Pyongyang, Korea Utara – Korea Utara melancarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat terkait perluasan komando militer AS di Jepang. Melalui kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, pada Selasa (20/2/2024), Pyongyang memperingatkan potensi pecahnya bentrokan militer di kawasan Asia, khususnya di Semenanjung Korea. Pernyataan ini muncul sebagai respons atas langkah AS yang dianggap mengancam keamanan regional.
KCNA melaporkan bahwa AS telah memperluas lingkup komando militer mereka di Jepang. Tindakan ini dinilai oleh Korea Utara sebagai provokasi yang dapat memicu ketegangan lebih lanjut. “Ekspansi komando militer Amerika Serikat di Jepang meningkatkan risiko bentrokan bersenjata di kawasan itu, termasuk Semenanjung Korea,” demikian kutipan dari laporan KCNA.
Peringatan dari Pyongyang ini menekankan kekhawatiran Korea Utara terhadap meningkatnya aktivitas militer AS di wilayah yang berdekatan dengan negaranya. Perluasan komando ini, menurut Korea Utara, merupakan bagian dari strategi AS untuk mengendalikan dan mendominasi kawasan Asia Pasifik, yang berpotensi mengarah pada eskalasi konflik.
Meskipun KCNA tidak merinci kapan atau di mana ekspansi komando militer AS tersebut terjadi, namun penekanan pada Jepang sebagai lokasi strategis menunjukkan perhatian khusus Korea Utara terhadap aliansi AS-Jepang. Aliansi ini seringkali menjadi sorotan Pyongyang dalam konteks keamanan regional.
Pernyataan ini kembali menegaskan sikap keras Korea Utara terhadap kebijakan pertahanan dan keamanan yang dipimpin oleh Amerika Serikat di Asia. Ancaman perang yang dilontarkan menunjukkan tingkat kekhawatiran Pyongyang terhadap apa yang mereka lihat sebagai peningkatan ancaman keamanan dari luar.
