Korea Selatan Beri Diskon Tiket Bus untuk Tarik Turis ke Luar Seoul

Heni Maulidya

Pemerintah Korea Selatan meluncurkan program diskon tiket bus antarkota dan bus ekspres sebagai upaya strategis untuk mendorong wisatawan asing menjelajahi lebih banyak destinasi di luar ibu kota, Seoul. Kebijakan ini diharapkan dapat mendistribusikan kunjungan turis secara merata ke berbagai wilayah, sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih terjangkau dan nyaman.

Program yang berlangsung selama satu bulan, dari 15 Juni hingga 14 Juli, ini merupakan inisiatif Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan bekerja sama dengan Korea Tourism Organization. Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan turis asing ke Negeri Ginseng, yang mencatatkan rekor tertinggi pada periode Januari hingga April tahun ini.

"Kami akan terus berkomunikasi dan bekerja sama erat dengan lembaga terkait untuk menciptakan lingkungan yang membuat turis asing dapat bepergian ke seluruh wilayah Korea dengan lebih nyaman," ujar Direktur Jenderal Biro Kebijakan Pariwisata Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan, Kang Jung-won. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk memfasilitasi mobilitas wisatawan internasional.

Data dari National Association of Bus Terminal Operators Korea menunjukkan tren positif dalam penggunaan transportasi bus oleh turis asing. Pada kuartal pertama tahun ini, sekitar 382 ribu penumpang asing tercatat menggunakan terminal bus ekspres dan antarkota, meningkat 32,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 289 ribu penumpang. Angka ini mengindikasikan adanya potensi besar untuk pengembangan pariwisata regional.

Selama ini, Seoul memang menjadi magnet utama bagi wisatawan asing. Pesona belanja, kuliner khas, hingga gelombang budaya pop Korea (K-Pop dan K-Drama) menjadikan ibu kota ini destinasi wajib. Namun, pemerintah Korea Selatan melihat peluang untuk memperkenalkan keindahan dan keunikan kota-kota lain yang mungkin belum banyak tersentuh oleh arus pariwisata massal.

Salah satu tantangan yang dihadapi wisatawan asing adalah kebiasaan memesan tiket bus antarkota. Banyak turis yang belum terbiasa dengan sistem pemesanan daring atau merasa lebih aman membeli tiket langsung di terminal. Hal ini terkadang menjadi kendala dan membatasi fleksibilitas mereka dalam merencanakan perjalanan spontan ke luar Seoul.

Melalui program diskon ini, wisatawan asing yang melakukan pemesanan tiket bus melalui platform kerja sama yang ditentukan akan mendapatkan keuntungan langsung. Mereka berhak atas diskon sebesar 5 ribu won, yang setara dengan sekitar Rp58.000. Selain itu, terdapat pula potensi potongan tambahan hingga 4 ribu won atau sekitar Rp46.000.

Lebih menarik lagi, program ini juga menyertakan fasilitas eSIM gratis melalui platform tertentu. Keberadaan eSIM ini sangat krusial bagi wisatawan agar tetap terhubung dengan keluarga, teman, atau mengakses informasi penting selama perjalanan mereka di berbagai kota. Konektivitas menjadi kunci untuk menikmati liburan tanpa hambatan.

Upaya pemerintah Korea Selatan dalam memfasilitasi turis asing tidak berhenti pada diskon tiket bus. Pada Mei lalu, kementerian terkait telah meluncurkan panduan transportasi multibahasa melalui platform Visit Korea. Panduan ini dirancang untuk memudahkan wisatawan asing memahami cara menggunakan berbagai moda transportasi umum yang tersedia di Korea Selatan, mulai dari kereta api hingga bus.

Dengan adanya berbagai insentif dan kemudahan akses informasi ini, diharapkan semakin banyak turis asing yang merasa percaya diri dan termotivasi untuk menjelajahi lebih luas wilayah Korea Selatan. Rute perjalanan mereka tidak lagi terbatas pada Seoul semata, melainkan dapat diperluas untuk merasakan langsung kekayaan budaya, keindahan alam, dan keramahtamahan masyarakat di kota-kota regional lainnya.

Pengalaman ini tentu akan memberikan dimensi baru dalam kunjungan mereka ke Korea Selatan. Tidak hanya sekadar mengikuti tren K-Pop atau berbelanja di pusat perbelanjaan modern, tetapi juga merasakan denyut kehidupan lokal yang otentik di luar gemerlap ibu kota. Ini adalah kesempatan emas bagi para pelancong untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh dan mendalam tentang Korea Selatan.

Peningkatan jumlah wisatawan asing yang signifikan ini juga menjadi momentum bagi Korea Selatan untuk terus berinovasi dalam sektor pariwisata. Strategi diversifikasi destinasi menjadi kunci penting untuk menjaga daya saing pariwisata negara tersebut di kancah internasional. Dengan demikian, setiap daerah di Korea Selatan memiliki kesempatan yang sama untuk turut merasakan manfaat ekonomi dari geliat pariwisata.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All