Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menegaskan komitmennya untuk menjadikan koperasi sebagai mitra strategis utama dalam pengelolaan industri hilirisasi kelapa sawit. Langkah ini diharapkan dapat memastikan bahwa nilai tambah dari sektor sawit dinikmati langsung oleh para petani, bukan lagi didominasi oleh pihak swasta. Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi (LPDB-KUMKM) turut menyatakan kesiapannya memberikan dukungan pembiayaan bagi koperasi yang bergerak di sektor ini.
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, dalam sebuah kesempatan menyampaikan bahwa arah kebijakan hilirisasi sawit harus berpusat pada koperasi. Beliau menekankan pentingnya koperasi untuk berperan lebih besar dalam rantai pasok industri sawit, mulai dari hulu hingga hilir. “Koperasi harus menjadi mitra strategis utama dalam pengelolaan industri sawit, bukan lagi pihak swasta. Sehingga nilai tambah dari sektor sawit dapat dinikmati langsung oleh petani,” ujar Teten Masduki.
Pernyataan ini menggarisbawahi pergeseran paradigma dalam pengelolaan industri kelapa sawit nasional. Kemenkop UKM ingin memastikan bahwa keuntungan dan pengembangan sektor strategis ini dapat dirasakan secara merata oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya para petani sawit. Dengan menjadikan koperasi sebagai garda terdepan, diharapkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya alam ini dapat lebih terjaga.
Menyikapi arahan tersebut, Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo, menyatakan bahwa lembaganya siap memberikan dukungan pembiayaan yang dibutuhkan oleh koperasi-koperasi sawit. Supomo menjelaskan bahwa LPDB-KUMKM memiliki mandat untuk mendukung permodalan bagi koperasi agar dapat berkembang dan menjalankan usahanya secara optimal. “Kami siap memberikan dukungan pembiayaan kepada koperasi-koperasi yang memiliki potensi untuk mengembangkan industri hilirisasi sawit,” kata Supomo.
Dukungan pembiayaan ini diharapkan dapat memfasilitasi koperasi dalam melakukan investasi pada teknologi pengolahan sawit, pengembangan produk turunan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dengan adanya dukungan modal yang memadai, koperasi diharapkan mampu bersaing dengan pemain swasta yang selama ini mendominasi industri hilirisasi sawit. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk menciptakan ekonomi kerakyatan yang kuat dan berkeadilan.
Lebih lanjut, Kemenkop UKM juga mendorong agar koperasi dapat menjalin kemitraan yang sinergis dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku industri lainnya. Kolaborasi ini penting untuk memperkuat ekosistem koperasi sawit dan memastikan keberlanjutan program hilirisasi. Dengan demikian, visi untuk menjadikan koperasi sebagai pilar utama dalam hilirisasi sawit dapat terwujud, memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi petani dan masyarakat luas.
