Kolombia Lolos ke Babak Gugur Piala Dunia Berkat Gol Tunggal Daniel Muñoz, Tumbangkan Perlawanan Sengit DR Kongo

Danu Ilham

Kolombia berhasil mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan kedua berturut-turut. Gol tunggal Daniel Muñoz di menit-menit krusial memecah kebuntuan melawan pertahanan DR Kongo yang gigih. Kiper DR Kongo, Lionel Mpasi, tampil gemilang dengan serangkaian penyelamatan luar biasa yang sempat membuat Kolombia frustrasi. Namun, gol defleksi akhirnya menjadi penentu kemenangan Kolombia.

Gol kemenangan Kolombia tercipta melalui skema yang menarik. Daniel Muñoz, bek kanan Crystal Palace, berhasil mencetak gol keduanya dalam dua pertandingan berturut-turut. Ia melakukan pergerakan dari sisi kanan dan melepaskan tendangan yang berbelok arah setelah membentur Steve Kapuadi, mengecoh kiper Lionel Mpasi yang tak berdaya di tiang dekat. Sebelum gol tersebut, Mpasi telah berkali-kali menggagalkan peluang Kolombia. Bahkan setelah gol itu, Mpasi sempat kembali menunjukkan refleksnya dengan menggagalkan dua peluang Luis Díaz yang sempat dinyatakan offside oleh asisten wasit.

Kemenangan ini memastikan Kolombia memiliki peluang besar untuk menjadi juara grup. Hasil imbang di pertandingan terakhir melawan Portugal akan cukup untuk mengamankan posisi teratas grup dan menghadapi tim peringkat ketiga terbaik di Kansas City. Jika harus puas di posisi kedua, Kolombia akan berhadapan dengan runner-up grup Inggris di Toronto. Pertandingan melawan DR Kongo ini dipenuhi oleh lautan warna kuning dari para pendukung Kolombia, yang diperkirakan mencapai lebih dari 90% kapasitas stadion.

Di tengah dominasi pendukung Kolombia, muncul pula sosok pendukung DR Kongo yang mencuri perhatian. Michel Kuka Mboladinga, yang memiliki paras mirip Patrice Lumumba, terlihat mengenakan setelan berwarna cerah dengan corak bendera nasional. Ia berdiri tegak di depan tribun, satu tangan terangkat, seolah menjadi simbol keteguhan timnya. Kehadirannya di stadion sempat tertunda karena masalah visa, namun ia akhirnya hadir didampingi pengawal berbusana kulit macan tutul, disambut sorak-sorai meriah dari pendukung Kolombia di area parkir.

Sejak awal pertandingan, Kolombia menunjukkan dominasi penguasaan bola. Serangan demi serangan dilancarkan, namun lini pertahanan DR Kongo yang digalang oleh Lionel Mpasi tampil solid. Peluang pertama datang dari Jhon Arias yang digagalkan Mpasi, disusul tembakan Muñoz yang melebar. Mpasi kembali menunjukkan kelasnya dengan menepis tendangan keras James Rodríguez dan menahan tembakan jarak jauh Johan Mojica. Ketika akhirnya Mpasi takluk oleh gol Muñoz, itu pun berawal dari penyelamatan gemilangnya yang kemudian berujung pada gol yang sedikit berbau keberuntungan.

Namun, momentum Kolombia sempat terhenti pada jeda hidrasi. Sisi DR Kongo, di bawah arahan pelatih Sébastien Desabre, menunjukkan peningkatan performa. Desabre, yang dikenal sebagai pelatih berpengalaman, berhasil meredam dominasi Kolombia dengan melakukan beberapa penyesuaian taktik di lini tengah. Hal ini membuat lini serang Kolombia kesulitan menemukan celah.

Memasuki babak kedua, Mpasi kembali menjadi tembok kokoh bagi DR Kongo. Ia sukses menggagalkan peluang emas dari Luis Díaz dengan kaki kirinya, sementara bola muntah yang disambar Jhon Arias justru melenceng. Frustrasi Kolombia semakin terlihat jelas dari reaksi Arias yang menundukkan kepala. Masuknya Juan Quintero menggantikan James Rodríguez di menit ke-60 mengindikasikan upaya Kolombia untuk mendobrak pertahanan lawan. Tim seperti Kolombia, yang memiliki kreativitas tinggi, menyadari pentingnya memiliki pemain berpengalaman untuk membongkar pertahanan berlapis.

Pertahanan lima pemain DR Kongo, yang didukung oleh tiga gelandang, bermain sangat disiplin. Yoane Wissa berperan penting dalam menghubungkan lini tengah dengan penyerang tunggal. Noah Sadiki, pemain Sunderland, yang masuk di babak kedua, menambah energi di lini tengah pertahanan, memastikan timnya tidak kehabisan stamina. Meski demikian, Kolombia sebenarnya memiliki peluang untuk mengunci kemenangan lebih awal, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat skor tetap imbang hingga gol tunggal tercipta.

DR Kongo nyaris berhasil menahan gempuran Kolombia hingga akhir pertandingan. Namun, risiko bermain terlalu bertahan adalah kemungkinan terjadinya nasib sial, seperti yang menimpa mereka kali ini. Meski tak mampu melancarkan serangan balik berbahaya, seperti yang dilakukan Muhammad Ali di Kinshasa, DR Kongo menunjukkan semangat juang yang luar biasa. Sebuah tembakan jarak jauh Nathanaël Mbuku yang memaksa Camilo Vargas melakukan penyelamatan di menit akhir menjadi bukti perlawanan mereka.

Pada akhirnya, pertahanan DR Kongo yang gigih harus takluk oleh kegigihan Kolombia. Gol Daniel Muñoz menjadi pembeda dalam pertandingan yang ketat ini, mengantarkan Kolombia melaju ke babak selanjutnya dalam turnamen akbar Piala Dunia. Hasil ini juga membuka peluang bagi DR Kongo untuk tetap berjuang merebut tiket ke babak gugur jika mampu meraih kemenangan di pertandingan terakhir mereka melawan Uzbekistan.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All