Gunung Kawi di Malang, Jawa Timur, lebih dari sekadar destinasi wisata alam. Tempat ini menyimpan sejarah panjang sebagai pusat tradisi ziarah yang dipercaya sebagian orang dapat membawa keberuntungan, termasuk bagi para pengusaha yang kini telah merajai dunia bisnis Indonesia.
Kepercayaan terhadap kekuatan spiritual Gunung Kawi telah menarik perhatian banyak tokoh, termasuk dua pengusaha sukses yang kisah mereka menjadi sorotan. Belakangan terungkap bahwa kedua konglomerat ini kerap melakukan ritual ziarah di Gunung Kawi, sebagai bagian dari perjalanan spiritual mereka dalam membangun kerajaan bisnis.
Salah satu pengusaha yang disebut adalah Lim Sioe Liong, yang kemudian dikenal sebagai Sudono Salim. Beliau adalah pendiri Salim Group, salah satu konglomerat terbesar di Indonesia dengan lini bisnis yang sangat beragam. Menurut catatan sejarah, Sudono Salim memiliki keterikatan kuat dengan Gunung Kawi, bahkan ia disebut sebagai salah satu tokoh yang turut membangun dan mengembangkan kawasan tersebut.
Tidak hanya Sudono Salim, pengusaha besar lainnya yang memiliki kaitan erat dengan tradisi ziarah Gunung Kawi adalah Liem Oei Kian, yang kemudian dikenal sebagai Djuhar Sutanto. Bersama Sudono Salim, Djuhar Sutanto merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan Salim Group. Keduanya memiliki cerita yang sering dikaitkan dengan ritual di Gunung Kawi sebagai salah satu faktor pendukung kesuksesan mereka.
Kisah mereka menunjukkan bagaimana tradisi dan kepercayaan dapat berjalin dengan dunia bisnis modern. Meskipun detail spesifik mengenai ritual yang dilakukan tidak selalu diungkapkan secara gamblang, namun keteraturan mereka dalam mengunjungi Gunung Kawi dan membangun hubungan yang erat dengan tempat tersebut menjadi poin penting yang menarik perhatian.
Gunung Kawi sendiri telah lama menjadi tempat ziarah bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang mencari berkah dan kelancaran dalam usaha. Keberadaan makam Mbah Kawi dan Eyang Sujo, yang diyakini sebagai tokoh spiritual penting, menjadi daya tarik utama bagi para peziarah.
Fenomena ini bukan hanya sekadar cerita rakyat, melainkan juga cerminan dari budaya masyarakat Indonesia yang seringkali memadukan nilai-nilai spiritual dengan upaya pencapaian duniawi. Kisah Sudono Salim dan Djuhar Sutanto menjadi bukti nyata bahwa di balik kesuksesan gemilang, terkadang terdapat perjalanan spiritual yang tak terduga, dan Gunung Kawi menjadi saksi bisu dari sebagian perjalanan tersebut.
