Wednesday, 26 August 2026
BREAKING
DUNIA

Ketegangan Dagang AS-Kanada: Trump Uji Batas Kekuatan Amerika, Ottawa Melawan

Oleh Rini Widiyarti August 26, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump kembali menunjukkan sikap agresifnya dalam kebijakan perdagangan, kali ini menargetkan sekutu dekatnya, Kanada. Langkah-langkah balasan yang diambil oleh Ottawa menjadi ujian bagi batas kekuatan Amerika, menunjukkan bahwa sekutu dan bahkan musuh pun menemukan cara untuk melawan dominasi AS.

Pada tanggal 1 Juni 2018, Presiden Trump mengumumkan pengenaan tarif impor sebesar 25 persen untuk baja dan 10 persen untuk aluminium dari Kanada, Meksiko, dan Uni Eropa. Kebijakan ini, yang diklaim Trump sebagai langkah untuk melindungi industri domestik Amerika, langsung memicu reaksi keras dari negara-negara yang terkena dampak.

Kanada, yang merupakan mitra dagang terbesar bagi Amerika Serikat, tidak tinggal diam. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dengan tegas menyatakan penolakan terhadap tarif tersebut. “Ini adalah penghinaan bagi hubungan strategis kami,” ujar Trudeau dalam sebuah konferensi pers pada 1 Juni 2018. “Kanada akan menerapkan tarif balasan yang setara terhadap produk-produk Amerika.”

Sebagai respons langsung, Kanada mengumumkan pada 29 Juni 2018 pengenaan tarif balasan sebesar 10 hingga 25 persen terhadap berbagai produk impor dari Amerika Serikat. Daftar produk yang dikenakan tarif balasan ini mencakup barang-barang seperti mesin cuci, minuman beralkohol, produk daging, dan baja. Langkah ini secara spesifik menargetkan produk-produk dari negara bagian yang dipimpin oleh politisi Partai Republik yang mendukung kebijakan tarif Trump.

Langkah-langkah balasan Kanada ini bukan sekadar respons emosional, melainkan strategi yang terukur. Dengan membalas tarif AS pada sektor-sektor tertentu, Kanada berupaya memberikan tekanan balik yang signifikan pada ekonomi Amerika, terutama pada daerah-daerah yang menjadi basis pendukung Trump. Hal ini menunjukkan bahwa dominasi ekonomi Amerika tidak lagi menjadi jaminan tanpa perlawanan.

Sementara itu, Iran, yang juga menjadi sasaran kebijakan agresif Trump, telah menemukan cara untuk bertahan. Meskipun menghadapi sanksi ekonomi yang ketat, Iran terus berupaya menjaga stabilitasnya. Ketahanan Iran, sama seperti perlawanan Kanada, menunjukkan bahwa strategi Trump yang mengandalkan kekuatan unilateral tidak selalu berhasil dalam mencapai tujuannya.

Kisah Kanada dan Iran mencerminkan tren yang lebih luas di bawah pemerintahan Trump, di mana Amerika Serikat menggunakan kekuatan dan pengaruhnya untuk menantang baik sekutu maupun lawan. Namun, respons dari negara-negara tersebut menunjukkan bahwa batas-batas kekuasaan Amerika dapat diuji, dan perlawanan yang terorganisir dapat memberikan dampak yang signifikan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp