Nasib Tim Nasional Indonesia di Piala AFF 2026 harus berakhir tragis. Dalam pertandingan krusial melawan Singapura, skuad Garuda hanya mampu bermain imbang dan dipastikan tersingkir dari perebutan tiket semifinal. Sorotan tajam kini tertuju pada kepemimpinan wasit Abdullah Salim Khalfan Al Amouri yang dinilai menjadi biang keladi kegagalan Indonesia.
Awal mula kontroversi terjadi pada menit ke-54 pertandingan. Pemain Singapura, Jacob Mahler, terlihat melakukan pelanggaran keras yang seharusnya berbuah kartu merah. Namun, wasit Abdullah Salim Khalfan Al Amouri justru hanya mengeluarkan kartu kuning. Keputusan ini sontak menimbulkan protes keras dari para pemain dan ofisial Timnas Indonesia.
Tak berhenti di situ, beberapa menit kemudian, wasit kembali membuat keputusan yang dipertanyakan. Setelah meninjau ulang melalui Video Assistant Referee (VAR), kartu merah untuk Jacob Mahler akhirnya dikeluarkan. Akan tetapi, keputusan tersebut kembali dianulir setelah wasit berdiskusi kembali dengan ofisial VAR.
Situasi ini tentu saja sangat memengaruhi jalannya pertandingan. Para pemain Timnas Indonesia merasa dirugikan dengan keputusan wasit yang dianggap tidak konsisten dan berpihak. Momentum pertandingan yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menekan Singapura justru terganggu oleh drama di lapangan.
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, menyuarakan kekecewaannya atas kepemimpinan wasit. Ia menilai keputusan-keputusan tersebut sangat memengaruhi hasil akhir pertandingan. “Saya tidak bisa berkomentar banyak mengenai keputusan wasit. Namun, kita semua bisa melihat apa yang terjadi di lapangan,” ujar Shin Tae-yong dengan nada lirih.
Keputusan kontroversial ini juga menuai kritik tajam dari publik sepak bola Indonesia. Banyak yang menilai bahwa kegagalan Timnas Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2026 kali ini bukan hanya karena performa pemain, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal yang signifikan. Insiden ini tentu akan menjadi catatan kelam dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di ajang regional.
