Klub sepak bola Skotlandia, Rangers, harus menelan pil pahit setelah tersingkir dari Liga Europa. Kepahitan ini tidak hanya dirasakan di lapangan hijau, tetapi juga berpotensi menggerogoti kondisi finansial klub. Di tengah tantangan performa tim, kesetiaan para penggemar dipandang sebagai jangkar krusial bagi keberlangsungan finansial Rangers.
Langkah Rangers terhenti pada babak play-off eliminasi Liga Europa setelah kalah agregat 3-2 dari Benfica. Kekalahan ini, yang terjadi pada Februari 2024, secara langsung memutus potensi pendapatan yang seharusnya mengalir dari kompetisi Eropa yang prestisius.
Pihak Rangers, melalui Direktur Keuangan James Bisgrove, mengungkapkan dampak finansial dari kegagalan ini. “Setiap tim yang tersingkir dari Liga Europa kehilangan pendapatan yang signifikan. Kami memperkirakan kerugian ini bisa mencapai sekitar £10 juta,” ujar Bisgrove dalam sebuah pernyataan.
Angka tersebut mencakup berbagai sumber pendapatan yang hilang, mulai dari hadiah uang dari UEFA, hak siar televisi, hingga potensi keuntungan dari penjualan tiket pertandingan kandang di fase gugur Liga Europa. Bisnis terkait pertandingan seperti penjualan merchandise dan F&B di stadion juga akan terdampak.
Lebih lanjut, Bisgrove menekankan bahwa pendapatan dari Liga Europa sangat vital untuk menyeimbangkan anggaran operasional klub. “Pendapatan dari kompetisi Eropa adalah komponen kunci dalam model bisnis kami. Kami mengandalkannya untuk mendanai operasional tim dan investasi dalam skuad,” jelasnya.
Menyadari situasi ini, Rangers sangat berharap dukungan penuh dari para penggemar setia mereka. Pihak klub mengimbau para pendukung untuk terus memberikan dukungan, baik secara langsung maupun tidak langsung, melalui pembelian tiket pertandingan domestik dan merchandise. Kesetiaan ini diharapkan dapat membantu klub melewati masa-masa sulit secara finansial pasca-tersingkir dari Liga Europa.
