Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen) tengah melakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan jumlah siswa. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh penjuru negeri.
Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen, Iwan Syahril, menjelaskan bahwa proses pendataan ini sangat krusial. “Kita sedang mendata sekolah yang muridnya sedikit,” ujar Iwan Syahril dalam sebuah keterangan yang diterima pada Kamis (23/5/2024). Ia menambahkan bahwa data tersebut akan menjadi dasar untuk berbagai kebijakan strategis ke depannya.
Lebih lanjut, Iwan Syahril mengungkapkan bahwa Kemendikbudristek tidak bekerja sendiri dalam menyikapi fenomena sekolah dengan jumlah siswa minim ini. Koordinasi intensif tengah dijalin dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Kami berkoordinasi dengan Mendagri terkait data sekolah yang muridnya sedikit,” tegasnya.
Kerja sama dengan Kemendagri diharapkan dapat memperkuat basis data dan sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pemerintah daerah, melalui dinas pendidikan setempat, memiliki peran penting dalam pemetaan dan pengelolaan sekolah di wilayahnya masing-masing. Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan solusi yang komprehensif dapat dirumuskan.
Menindaklanjuti temuan awal dan hasil koordinasi, Kemendikbudristek berencana untuk menggelar rapat khusus. Rapat ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait untuk membahas secara mendalam tantangan yang dihadapi sekolah-sekolah tersebut serta merumuskan langkah-langkah perbaikan yang efektif. “Kita akan ada rapat khusus,” pungkas Iwan Syahril.
Pendataan dan koordinasi ini menjadi penanda keseriusan Kemendikbudristek dalam mengatasi persoalan disparitas kualitas pendidikan yang salah satunya disebabkan oleh minimnya jumlah siswa di beberapa sekolah. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap anak Indonesia, terlepas dari lokasinya, mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas.
