Pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Fikri, harus mengakui keunggulan pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Shetty, dalam partai final Singapore Open 2026 yang berlangsung sengit pada Minggu (31/5/2026). Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan dominasi Rankireddy/Shetty di panggung dunia, tetapi juga mengakhiri penantian panjang mereka akan gelar juara di turnamen Super 750 ini setelah dua tahun lamanya.
Pertarungan sengit berdurasi 73 menit di lapangan Singapura ini akhirnya dimenangkan oleh unggulan keempat, Rankireddy dan Shetty, dengan skor 18-21, 21-17, dan 21-16. Meski sempat tertinggal di gim pertama, pasangan India ini menunjukkan ketangguhan mental dan kebangkitan luar biasa untuk merebut dua gim berikutnya dan memastikan gelar juara. Ini menjadi momen bersejarah bagi bulu tangkis India, karena mereka menjadi pasangan ganda putra pertama yang mampu menjuarai turnamen bergengsi Singapore Open.
Keberhasilan Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Shetty di Singapore Open 2026 ini merupakan puncak dari performa impresif mereka yang terus menanjak. Gelar ini menjadi trofi Super 750 ketiga bagi pasangan yang akrab disapa "Sat-Chi" ini. Sebelumnya, mereka pernah merasakan manisnya kemenangan di French Open Super 750 pada tahun 2022 dan kembali mengulanginya di edisi 2024. Tidak hanya itu, koleksi gelar mereka semakin lengkap dengan raihan juara Indonesia Super 1000 pada tahun 2023.
Rentetan prestasi ini menegaskan status Rankireddy dan Shetty sebagai salah satu pasangan ganda putra terkuat di dunia. Performa mereka yang konsisten di berbagai turnamen kelas dunia menunjukkan dedikasi dan kerja keras yang luar biasa. Kemenangan ini juga menjadi penanda kebangkitan mereka setelah sempat mengalami penurunan performa yang berujung pada penantian gelar selama dua tahun terakhir.
Perjalanan Rankireddy dan Shetty menuju podium juara di Singapore Open 2026 tidaklah mudah. Di babak semifinal, mereka berhasil menumbangkan pasangan juara dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho dan Seo Seung Jae. Kemenangan ini sangat krusial karena mereka berhasil menghentikan rekor 34 kemenangan beruntun yang dipegang oleh pasangan Korea tersebut. Hasil ini tentu memberikan suntikan moral yang sangat besar bagi Rankireddy dan Shetty untuk menghadapi final melawan Fajar/Fikri.
Di gim pertama final, Fajar/Fikri yang tampil sebagai unggulan ketiga, berhasil memberikan perlawanan sengit. Mereka mampu mengimbangi permainan Rankireddy/Shetty dan berhasil memenangkan gim pembuka dengan skor 21-18. Keunggulan ini sempat membuat pasangan Indonesia optimis untuk mengamankan gelar.
Namun, setelah kehilangan gim pertama, Rankireddy dan Shetty menunjukkan mental juara mereka. Mereka meningkatkan intensitas serangan dan mengubah taktik permainan. Memasuki gim kedua, pasangan India ini bangkit dengan gemilang. Tertinggal di awal, mereka berhasil menyamakan kedudukan dan membalikkan keadaan. Dari posisi imbang 8-8, Rankireddy/Shetty sukses meraih enam poin beruntun yang krusial untuk memenangkan gim kedua dengan skor 21-17.
Momentum kemenangan di gim kedua terus berlanjut hingga gim penentuan. Rankireddy dan Shetty langsung memegang kendali permainan sejak awal gim ketiga. Mereka unggul telak 11-5. Meskipun Fajar/Fikri sempat memberikan perlawanan dengan memperkecil ketertinggalan menjadi 12-11, Rankireddy dan Shetty tidak kehilangan fokus. Mereka berhasil mengamankan lima poin krusial dan akhirnya mengkonversi poin terakhir menjadi kemenangan, mengakhiri penantian panjang mereka akan gelar di Singapura.
Usai pertandingan, Satwiksairaj Rankireddy mengungkapkan rasa lega dan bahagia atas gelar yang diraihnya. "Saya merasa sedikit mati rasa hari ini karena kami akhirnya memenangkan gelar setelah dua tahun absen," ujarnya dengan nada haru. "Sebelum datang ke sini, kami sedikit gugup karena kami belum pernah tampil terlalu baik di sini sebelumnya. Tapi minggu ini terasa sangat spesial," tambahnya. Perasaan lega ini sangat beralasan, mengingat dua tahun terakhir pasangan ini memang belum pernah meraih gelar juara di turnamen Super 750.
Kemenangan di Singapore Open 2026 ini bukan hanya menjadi pencapaian individu bagi Rankireddy dan Shetty, tetapi juga memberikan dorongan semangat bagi sektor ganda putra India secara keseluruhan. Di tengah persaingan ketat bulu tangkis dunia, pencapaian ini membuktikan bahwa India memiliki talenta yang mampu bersaing di level tertinggi. Keberhasilan mereka juga menjadi inspirasi bagi para pemain muda India untuk terus berlatih keras dan meraih mimpi mereka.
Turnamen Singapore Open sendiri merupakan salah satu turnamen bergengsi dalam kalender BWF World Tour. Sebagai turnamen Super 750, turnamen ini selalu menarik perhatian para pemain top dunia dan menawarkan poin peringkat yang signifikan. Kemenangan di turnamen ini tentu akan mendongkrak peringkat Rankireddy dan Shetty di ranking dunia, sekaligus memperkuat posisi mereka sebagai salah satu kandidat kuat peraih medali di berbagai kejuaraan internasional mendatang, termasuk Olimpiade.
Dengan pencapaian di Singapore Open 2026 ini, Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Shetty semakin memantapkan posisi mereka sebagai salah satu duet ganda putra terhebat yang pernah dimiliki India. Perjalanan mereka dari kekalahan hingga kemenangan gemilang ini menjadi bukti ketekunan, semangat juang, dan kemampuan adaptasi yang luar biasa dalam menghadapi tantangan di dunia olahraga bulu tangkis yang kompetitif.











