José Mourinho mengawali periode keduanya di Real Madrid dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Espanyol di Santiago Bernabéu, Sabtu (17/8/2024). Gol kemenangan tercipta di menit akhir pertandingan, menghadirkan kelegaan bagi sang pelatih yang kembali memimpin Los Blancos setelah 4.380 hari.
Momen kemenangan itu sendiri diwarnai dengan luapan emosi dari bangku cadangan Real Madrid. Sebagian besar staf pelatih dan pemain cadangan berlarian ke pinggir lapangan merayakan gol yang dicetak oleh pemain muda. Namun, Mourinho, yang kini mengaku lebih tenang, memilih untuk tidak ikut serta dalam kerumunan tersebut. Ia hanya mengepalkan tangan dan berdiri, kemudian berjalan menyusuri pinggir lapangan di belakang para pemain yang merayakan.
Saat para pemain mengerumuni pencetak gol di sudut lapangan, Mourinho menarik kapten tim, Fede Valverde, untuk berbicara sejenak. Percakapan tersebut kemungkinan besar berisi ungkapan kelegaan setelah pertandingan yang penuh ketegangan. Kelegaan itu sangat bisa dipahami, mengingat betapa pentingnya kemenangan ini bagi debutnya kembali di klub yang pernah dibawanya meraih banyak gelar.
Di tengah gemerlap para bintang seperti Kylian Mbappé, Vinícius Júnior, dan Jude Bellingham, serta kehadiran pemain termahal dalam sejarah klub, Yan Diomande, justru gol penentu kemenangan datang dari seorang pemain berusia 21 tahun yang baru enam bulan lalu belum dikenal luas. Pemain yang didatangkan secara tak terduga dari Levante itulah yang berhasil mengamankan tiga poin perdana bagi Mourinho di era kepelatihannya yang kedua.
Kemenangan ini tentu menjadi awal yang melegakan bagi Mourinho, yang kembali ditugaskan untuk mengembalikan kejayaan Real Madrid. Perjalanan masih panjang, namun gol di menit akhir ini memberikan modal psikologis yang berharga bagi tim dan pelatihnya.
