Monday, 7 September 2026
BREAKING
BERITA

Kekerasan Mengancam Petugas Ebola di Kongo: Keluarga Korban Marah dan Takut

Oleh Emanuel September 7, 2026 13 minutes lalu 0 komentar

Tim pemakaman yang menangani jenazah korban wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) kini menghadapi tantangan baru yang mengerikan: kemarahan dan ketakutan dari keluarga para korban. Situasi ini menambah kompleksitas perjuangan mereka dalam menangani pandemi yang terus menyebar di wilayah tersebut.

Di tengah kepanikan dan kesedihan mendalam, beberapa keluarga korban menunjukkan reaksi agresif terhadap tim pemakaman. Mereka kerap kali menyalahkan tim atas kematian anggota keluarga mereka, meskipun tim tersebut berupaya keras untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut. Ketakutan akan penularan virus juga turut memicu perilaku irasional ini.

Seorang petugas pemakaman, yang identitasnya dirahasiakan demi keselamatannya, mengungkapkan kepedihan yang dialaminya. “Kami berusaha keras, kami tahu apa yang kami lakukan. Tapi mereka tidak mengerti,” ujarnya pilu. “Mereka pikir kami membunuh mereka, padahal kami menyelamatkan yang lain.” Pengalaman pahit ini bukan kali pertama terjadi, dan kekerasan fisik maupun verbal terhadap tim pemakaman telah menjadi insiden yang cukup sering dilaporkan di beberapa daerah yang terdampak Ebola.

Pihak berwenang kesehatan di DRC, melalui juru bicara Kementerian Kesehatan, Jean-Jacques Muyembe, terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penanganan jenazah yang aman untuk memutus rantai penularan Ebola. “Kami meminta masyarakat untuk bekerja sama dengan tim pemakaman. Mereka adalah pahlawan yang berjuang di garis depan,” tegas Muyembe. Ia juga menekankan bahwa penolakan terhadap prosedur pemakaman yang aman justru akan memperpanjang penderitaan dan memperluas penyebaran virus.

Wabah Ebola yang kembali merebak di DRC ini telah menimbulkan korban jiwa yang signifikan. Hingga berita ini diturunkan, jumlah kasus terkonfirmasi mencapai ratusan, dan angka kematian terus bertambah. Namun, di balik statistik yang mengerikan tersebut, terdapat kisah perjuangan para petugas kesehatan, termasuk tim pemakaman, yang tidak hanya berhadapan dengan virus mematikan tetapi juga dengan tantangan sosial yang kompleks dan berbahaya.

Bagikan: Facebook X WhatsApp