Wednesday, 22 July 2026
BREAKING
BERITA

Kebakaran TPA Benowo Surabaya, WALHI Jatim: Cermin Kegagalan Pengelolaan Sampah

Oleh Emanuel July 22, 2026 4 hours lalu 0 komentar

Surabaya – Kebakaran yang kembali melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo, Surabaya, menjadi bukti nyata kegagalan pemerintah dalam mengelola sampah. Penilaian ini dilontarkan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Timur, yang menekankan pentingnya perubahan paradigma pengelolaan sampah dari sekadar penampungan menjadi pencegahan di sumbernya.

Menurut WALHI Jatim, insiden berulang di TPA Benowo, yang sebelumnya juga pernah terbakar pada 14 September 2023, menunjukkan adanya masalah mendasar dalam sistem pengelolaan sampah yang diterapkan di Surabaya. Kebakaran ini bukan hanya menimbulkan kerugian materiil dan mengganggu aktivitas warga sekitar, tetapi juga memperparah dampak lingkungan.

Direktur WALHI Jatim, Rere Christanto, menyatakan bahwa fokus utama pengelolaan sampah seharusnya adalah pengurangan volume sampah sejak dari sumbernya. Pendekatan ini, menurutnya, akan secara signifikan menurunkan risiko terjadinya insiden seperti kebakaran di TPA. “Ini bukti nyata kegagalan tata kelola sampah kita. Selama ini kita hanya berpikir bagaimana membuang sampah, bukan bagaimana mengurangi sampah,” tegas Rere dalam keterangannya.

WALHI Jatim mendesak pemerintah kota untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah yang ada. Perlu ada langkah konkret untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam mengurangi sampah, misalnya melalui program daur ulang yang lebih masif dan edukasi tentang pentingnya memilah sampah dari rumah tangga.

Lebih lanjut, Rere menambahkan bahwa insiden kebakaran di TPA Benowo juga menimbulkan kekhawatiran serius terkait kualitas udara dan kesehatan masyarakat di sekitarnya. Asap yang ditimbulkan oleh kebakaran sampah dapat mengandung berbagai zat berbahaya yang berdampak negatif bagi sistem pernapagasan. Oleh karena itu, penanganan cepat dan pencegahan kebakaran di masa depan menjadi prioritas yang tidak bisa ditunda lagi.

WALHI Jatim berharap agar kejadian ini menjadi momentum untuk perbaikan sistem pengelolaan sampah di Surabaya. Pengurangan sampah dari sumbernya, peningkatan infrastruktur pengelolaan, serta edukasi publik yang berkelanjutan adalah kunci untuk mencegah terulangnya musibah serupa di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait