Sedikitnya 17 orang dilaporkan tewas dalam sebuah insiden kebakaran yang melanda sebuah sekolah di Bukavu, Republik Demokratik Kongo. Tragedi ini juga merenggut nyawa sejumlah anak-anak, menambah duka mendalam dari peristiwa nahas tersebut.
Api yang berkobar hebat dilaporkan terjadi pada hari Minggu, 22 Januari 2023. Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti dari kebakaran yang menghanguskan sebagian besar bangunan sekolah dan menelan korban jiwa.
Pihak berwenang setempat bersama tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman dan evakuasi. Namun, besarnya kobaran api membuat proses penyelamatan menjadi sangat sulit. Laporan awal menyebutkan bahwa api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian sekolah, memerangkap para siswa dan staf di dalamnya.
Seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya menuturkan, “Api membesar sangat cepat. Kami berusaha menyelamatkan diri, tapi banyak yang tidak sempat keluar.” Kesaksian ini menggambarkan betapa mengerikannya situasi saat kebakaran terjadi.
Jumlah korban tewas yang mencapai 17 orang ini merupakan angka sementara. Tim SAR masih terus melakukan pencarian di reruntuhan bangunan sekolah untuk memastikan apakah ada korban lain yang belum ditemukan. Kondisi bangunan yang rusak parah menjadi kendala dalam proses identifikasi korban.
Pemerintah Republik Demokratik Kongo menyatakan keprihatinan mendalam atas musibah ini. Juru bicara pemerintah, dalam pernyataannya, berjanji akan melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui akar permasalahan kebakaran dan mengevaluasi standar keselamatan di institusi pendidikan di seluruh negeri. Bantuan juga dijanjikan akan diberikan kepada keluarga para korban.
Pihak sekolah yang menjadi lokasi kebakaran juga belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa ini. Fokus utama saat ini adalah penanganan korban dan penyelidikan yang sedang berlangsung. Insiden ini menjadi pengingat pentingnya peningkatan sistem keamanan dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.
