Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung upacara kenaikan pangkat atau Korp Raport bagi 41.578 personel Polri di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Momentum kenaikan pangkat yang bertepatan dengan periode 1 Juli 2026 ini menjadi salah satu agenda strategis institusi kepolisian dalam melakukan penyegaran organisasi serta memberikan apresiasi atas dedikasi para anggota di berbagai level penugasan.
Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat utama Mabes Polri dan diikuti secara virtual oleh jajaran Kepolisian Daerah (Polda) di seluruh Indonesia. Prosesi ini tidak hanya mencakup kenaikan pangkat bagi perwira tinggi, tetapi juga menyentuh jenjang kepangkatan lainnya mulai dari perwira menengah, perwira pertama, bintara, hingga tamtama yang tersebar di berbagai satuan kerja.
Dalam catatan resmi Korps Bhayangkara, sebanyak 87 perwira tinggi (Pati) mendapatkan kenaikan pangkat pada periode kali ini. Dari jumlah tersebut, terdapat empat pati yang kini resmi menyandang pangkat bintang tiga atau Komisaris Jenderal (Komjen). Keempat perwira tinggi tersebut adalah Komjen Pol. Mulia Hasudungan Ritonga yang bertugas di Pati Bareskrim Polri, Komjen Pol. Gatot Tri Suryanta dari Pati Lemdiklat Polri, serta Komjen Pol. Helmy Santika dan Komjen Pol. Rudi Setiawan yang juga berasal dari Pati Bareskrim Polri.
Selain promosi di jajaran bintang tiga, Kapolri juga mengesahkan kenaikan pangkat bagi 29 perwira tinggi lainnya menjadi Inspektur Jenderal (Irjen) atau bintang dua. Beberapa nama yang menonjol dalam daftar promosi tersebut di antaranya adalah Kapolda Kalimantan Utara Irjen Pol. Agus Wijayanto dan Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Pol. Himawan Bayu Aji. Sementara itu, terdapat 54 perwira menengah yang kini resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) atau bintang satu.
Secara akumulatif, distribusi kenaikan pangkat ini menyasar berbagai strata personel. Tercatat sebanyak 878 perwira menengah (Pamen) dan 1.289 perwira pertama (Pama) menerima kenaikan pangkat. Kelompok dengan jumlah terbanyak adalah bintara, yakni mencapai 37.930 personel, serta 1.394 personel tamtama. Bersamaan dengan prosesi Korp Raport ini, Mabes Polri juga menggelar upacara penyerahan tugas serta tanggung jawab jabatan untuk Kapolda Aceh dan Kapolda Papua Barat Daya sebagai bagian dari dinamika rotasi jabatan di lingkungan Polri.
Pelaksanaan upacara di tingkat daerah juga terpantau berjalan lancar melalui konferensi video. Di Kendari, Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Pol. Himawan Bayu Aji mengikuti prosesi ini dari Aula Dachara Polda Sultra. Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol. Iis Kristian, mengonfirmasi bahwa pimpinannya telah resmi menerima kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Inspektur Jenderal Polisi. Menurutnya, partisipasi virtual ini menunjukkan kesiapan jajaran polda dalam mengikuti setiap instruksi dari Mabes Polri secara terintegrasi dan disiplin.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa kenaikan pangkat ini bukan sekadar seremonial belaka. Momentum tersebut membawa beban tanggung jawab yang jauh lebih besar bagi setiap anggota dalam menjalankan fungsi kepolisian. Ia menekankan bahwa setiap personel yang mendapatkan kenaikan pangkat harus mampu menunjukkan integritas, profesionalisme, dan kepemimpinan yang lebih kuat saat memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat luas.
Manajemen Polri secara tegas menyatakan bahwa apresiasi berupa kenaikan pangkat harus selaras dengan kontribusi nyata di lapangan. Publik diharapkan dapat merasakan langsung peningkatan kualitas layanan dari anggota yang baru saja naik pangkat. Hal ini menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri di tengah tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat yang kian kompleks.
Lebih lanjut, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyampaikan pesan Kapolri agar seluruh personel menjadikan kenaikan pangkat ini sebagai pemacu semangat untuk bekerja lebih optimal. Ia berharap, setiap anggota Polri dapat terus berinovasi dalam menghadirkan kepolisian yang responsif, humanis, dan profesional. Dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kenaikan pangkat ini, Polri diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan penegakan hukum dan menjaga stabilitas nasional dengan lebih efektif.
Pemberian kenaikan pangkat yang melibatkan puluhan ribu personel ini merupakan bagian dari siklus pembinaan karier yang dilakukan secara berkala. Hal ini mencerminkan komitmen Polri dalam memberikan apresiasi yang setimpal atas kinerja, loyalitas, dan masa dinas para anggotanya. Bagi para perwira tinggi yang baru saja dilantik ke pangkat yang lebih tinggi, tantangan ke depan akan berfokus pada penguatan strategi kebijakan di tingkat manajerial guna memastikan setiap program prioritas Polri berjalan sesuai dengan rencana strategis yang telah ditetapkan.
Dengan selesainya upacara Korp Raport ini, jajaran kepolisian kini menatap tugas-tugas operasional ke depan dengan struktur kepangkatan yang telah diperbarui. Harapan besar ditumpukan kepada seluruh personel agar pangkat baru yang disandang menjadi simbol amanah dalam melayani bangsa dan negara. Polri terus berupaya mentransformasi diri menjadi institusi yang lebih modern, transparan, dan akuntabel sesuai dengan tuntutan zaman dan kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan kepolisian yang sigap serta solutif dalam menangani persoalan keamanan di tanah air.











