Kamerun berhasil mengukir sejarah dengan menjuarai turnamen Wafcon 2026, sebuah pencapaian gemilang yang diraih untuk pertama kalinya. Kemenangan ini diwarnai oleh kejutan-kejutan menarik sepanjang kompetisi, meskipun jumlah penonton yang hadir di stadion dilaporkan tidak sesuai harapan.
Monique Ngock menjadi bintang lapangan saat Kamerun mengalahkan Malawi dengan skor telak 3-0 di Rabat akhir pekan lalu. Kemenangan ini menempatkan Kamerun sebagai negara keempat yang berhasil mengangkat trofi Wafcon, menyusul jejak Nigeria, Equatorial Guinea, dan Afrika Selatan. Selain itu, Kamerun juga menjadi negara ketiga yang memiliki juara di level kontinental baik putra maupun putri.
Hasil ini sangat berarti karena menandai lahirnya juara baru di Wafcon. Mantan juara seperti Nigeria dan Afrika Selatan harus tersingkir di babak perempat final, mengindikasikan adanya perubahan kekuatan dalam sepak bola wanita Afrika. Momentum ini menjadi titik balik bagi Kamerun, yang bahkan tidak lolos kualifikasi secara langsung untuk edisi kali ini. Mereka baru mendapatkan kesempatan berlaga setelah turnamen diperluas menjadi 16 tim pada November lalu.
Sebelumnya, sedikit orang yang memprediksi Kamerun sebagai juara, mengingat reputasi dan catatan hasil mereka yang kurang mengesankan. Kamerun belum pernah mencapai final Wafcon selama satu dekade terakhir, bahkan belum pernah mencetak gol di partai puncak. Namun, dalam pertandingan final melawan Malawi, mereka mampu mencetak tiga gol sebelum jeda babak pertama, sementara Malawi yang digadang-gadang akan menciptakan dongeng justru harus mengakui keunggulan lawan.
