JAKARTA – PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) berhasil membukukan volume angkutan barang yang signifikan, mencapai 6,8 juta ton hingga Mei 2026. Angka ini mencakup pengiriman melalui layanan logistik berbasis kereta api serta solusi multimoda yang ditawarkan perusahaan. Komoditas batu bara mendominasi capaian tersebut, menegaskan perannya sebagai tulang punggung utama dalam distribusi logistik KAI Logistik.
Kinerja positif ini menunjukkan geliat pemanfaatan moda transportasi kereta api untuk kebutuhan logistik industri yang terus meningkat. Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, mengungkapkan bahwa secara year-on-year, terjadi pertumbuhan pengiriman barang retail sebesar 37 persen dan angkutan peti kemas sebesar 24 persen pada Mei 2026. "Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya pemanfaatan layanan logistik berbasis kereta api oleh berbagai sektor industri untuk mendukung aktivitas distribusi mereka," ujar Yuskal dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).
Pencapaian ini menjadi cerminan nyata peran strategis KAI Logistik dalam menjaga kelancaran rantai pasok nasional. Di tengah dinamika pasar dan meningkatnya kebutuhan industri akan layanan logistik yang efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan, perusahaan terus berupaya memperkuat kapasitas distribusinya. Jangkauan layanan KAI Logistik pun kian luas, mencakup pengiriman berbagai jenis barang, mulai dari produk retail hingga komoditas berskala besar yang memerlukan penanganan khusus.
Pada bulan Mei 2026 saja, KAI Logistik berhasil mengelola volume angkutan barang total mencapai 1,7 juta ton. Dari angka tersebut, komoditas batu bara menjadi penyumbang terbesar dengan 1,1 juta ton. Angkutan peti kemas menyusul di posisi kedua dengan 267 ribu ton, diikuti oleh layanan pra serta purna Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Khusus (BBK) yang mencapai 224 ribu ton.
Tidak hanya komoditas besar, KAI Logistik juga menunjukkan kapabilitasnya dalam menangani berbagai jenis muatan lain. Perusahaan mengelola sekitar 38 ribu ton angkutan semen, yang krusial bagi sektor konstruksi. Selain itu, pengiriman barang retail yang mencapai 6 ribu ton turut menandakan kemampuan perusahaan dalam melayani kebutuhan pasar yang lebih personal dan beragam. Penanganan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sebanyak 684 ton juga menjadi bukti komitmen KAI Logistik dalam mengedepankan aspek keselamatan dan kepatuhan terhadap regulasi ketat yang berlaku.
Peran KAI Logistik dalam mendukung kelancaran distribusi logistik nasional tidak terlepas dari investasi dan pengembangan infrastruktur serta layanannya. Dengan memanfaatkan jaringan rel kereta api yang luas, perusahaan mampu menawarkan solusi pengiriman yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan minim biaya dibandingkan moda transportasi lainnya untuk jarak jauh. Integrasi dengan moda transportasi lain melalui layanan multimoda juga semakin memperkuat posisi KAI Logistik sebagai penyedia solusi logistik komprehensif.
Peningkatan volume angkutan ini juga selaras dengan upaya pemerintah dalam menggalakkan penggunaan moda transportasi kereta api untuk barang. Kebijakan yang mendukung perkeretaapian sebagai tulang punggung logistik nasional diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan sektor ini. KAI Logistik berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan guna memenuhi tuntutan pasar yang terus berkembang.
Ke depan, KAI Logistik menargetkan untuk terus meningkatkan volume angkutan barang dan memperluas jangkauan layanannya. Fokus pada efisiensi operasional, digitalisasi proses, serta pengembangan sumber daya manusia menjadi kunci strategis perusahaan untuk tetap kompetitif. Dengan demikian, KAI Logistik tidak hanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga menjadi mitra logistik terpercaya bagi berbagai industri di Indonesia.











