Google akhirnya membawa salah satu fitur eksklusif yang sebelumnya hanya tersedia di Chrome untuk iOS kini hadir untuk pengguna Chrome di Android. Pembaruan ini disambut baik oleh banyak pengguna yang menantikan peningkatan pengalaman menjelajah di perangkat mereka.
Fitur yang dimaksud adalah tombol kembali khusus di dalam aplikasi Chrome. Sebelumnya, pengguna Chrome di Android harus mengandalkan tombol kembali bawaan sistem operasi Android atau gestur navigasi. Kini, tombol kembali tersebut hadir secara permanen di dalam antarmuka Chrome.
Perubahan ini pertama kali disorot oleh situs teknologi Android Authority. Dengan peluncuran Chrome versi 150, pengguna Android akan mendapati adanya tombol kembali yang didedikasikan di menu tiga titik. Hal ini membuat navigasi antar halaman web terasa lebih intuitif, menyerupai pengalaman di desktop Chrome.
Keputusan Google untuk membawa fitur ini ke Android dipandang logis. Berbeda dengan iOS yang tidak memiliki tombol kembali fisik atau gestur khusus di tingkat sistem, Android telah lama menyediakan fungsi serupa. Namun, keberadaan tombol kembali di dalam aplikasi Chrome sendiri dianggap dapat mengurangi kebingungan pengguna, terutama saat beralih antar aplikasi atau saat tidak yakin apakah mereka kembali ke halaman web sebelumnya atau ke aplikasi lain.
Sebelumnya, Google sempat merilis fitur AI transkripsi di perangkat, “Edge Eloquent”, secara eksklusif untuk perangkat Apple pada bulan April lalu. Hal ini menunjukkan bahwa Google terkadang memang memprioritaskan iOS untuk peluncuran fitur baru sebelum membawanya ke Android, meskipun Android adalah sistem operasi buatan mereka sendiri.
Pembaruan Chrome 150 untuk Android tidak hanya berhenti pada tombol kembali. Ada beberapa perubahan lain yang perlu diperhatikan. Tombol informasi situs (ikon ‘i’) kini tidak lagi berada di baris yang sama dengan tombol navigasi. Pengguna harus mencarinya di menu luapan di bawah “Kontrol Situs”.
Selain itu, opsi “Tambahkan ke layar utama” kini berganti nama menjadi “Instal dan buat pintasan”. Perubahan penamaan ini dinilai bisa sedikit membingungkan bagi pengguna yang sudah terbiasa. Banyak yang mungkin mengira fitur tersebut telah dihapus jika tidak memperhatikan perubahan nama.
Pengguna dapat memeriksa pembaruan ini secara manual melalui halaman Chrome di Google Play Store. Alternatifnya, pengguna bisa membuka profil di Play Store, pilih “Kelola aplikasi & perangkat”, lalu di bagian “Pembaruan tersedia”, pilih “Lihat detail” untuk mencari pembaruan Chrome.
Pembaruan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan efisiensi bagi jutaan pengguna Chrome di seluruh dunia, terutama bagi mereka yang baru beralih menggunakan perangkat Android.
