Jorge Martin Ungkap Krisis Aprilia: "Kami Kehilangan Arah" Pasca Seri Brno

Wibowo

Jorge Martin, pembalap Aprilia, melontarkan kritik pedas terhadap arah pengembangan motor pabrikan Italia itu usai finis di posisi kesembilan pada seri MotoGP di Sirkuit Brno, Republik Ceko. Menurutnya, tim Aprilia telah "kehilangan arah" dalam upaya mereka untuk bersaing di level teratas.

Hasil minor di Brno ini tidak lepas dari hukuman double long lap penalty yang harus dijalani Martin. Penalti tersebut ia dapatkan di seri sebelumnya di Balaton Park karena menyebabkan insiden di tikungan pertama. Saat menjalani hukuman di Brno, Martin terpaksa melebar ke area hijau di luar lintasan untuk melakukan manuver yang dinilainya lebih aman daripada mengambil risiko tergelincir. Tindakan ini berujung pada dua catatan batas lintasan (track limits).

"Tentu saja saya ingin masuk ke area hijau karena itu cara teraman untuk kembali ke lintasan tanpa mengambil risiko besar," ujar Martin usai balapan. Ia menambahkan bahwa pada sesi latihan hari Jumat, ia sempat mendapat informasi dari Simon Crafar bahwa diperbolehkan menggunakan area hijau. Namun, rupanya ada tim lain yang memprotes, sehingga aturan berubah dan dianggap sebagai pelanggaran batas lintasan.

Martin mengakui bahwa ia telah mengantisipasi dua catatan batas lintasan tersebut, namun ia merasa tak punya pilihan lain. "Lintasan ini sebenarnya tidak terlalu sering membuat saya keluar jalur di tempat lain, jadi itu bukan masalah bagi saya. Strategi saya adalah masuk ke area hijau. Long lap berjalan mulus dan saya tidak kehilangan banyak waktu," jelasnya.

Namun, hasil kesembilan di Brno tidak hanya disebabkan oleh penalti. Martin merasakan minimnya kecepatan motornya sepanjang akhir pekan. Performa yang kurang memuaskan sudah terlihat sejak sesi latihan bebas, di mana ia tidak mampu menembus 10 besar. Di sesi kualifikasi, ia hanya mampu berada di posisi kesepuluh. Bahkan di Sprint Race, ia finis kelima setelah Marco Bezzecchi mengalami kecelakaan di depannya.

Di balapan utama, setelah menjalani dua penalti dan sempat melorot ke posisi ke-13, Martin hanya mampu merangkak naik ke urutan kesembilan. Posisinya terbantu oleh mundurnya Pedro Acosta karena masalah teknis.

Martin mengungkapkan bahwa ia merasa kurang percaya diri dengan bagian depan motornya di Brno. Ia merasa dirinya dan Aprilia telah "kehilangan arah" hanya berselang tiga minggu setelah meraih podium 1-2 di Mugello. "Saya senang dengan keseluruhan akhir pekan, katakanlah, karena setiap sesi latihan saya terus membaik, tetapi saya merasa kami sangat jauh dari Ducati saat ini, atau dari kemenangan," keluh Martin.

Ketidakpercayaan diri ini sangat memengaruhi performanya. "Saya tidak memiliki kepercayaan diri pada bagian depan. Saya selalu merasa seperti akan jatuh," tuturnya. "Kami kehilangan arah, saya tidak tahu mengapa. Kami harus memahaminya dengan baik."

Meski demikian, Martin masih menyimpan harapan untuk seri berikutnya. "Saya harap Assen akan menjadi tempat yang lebih baik bagi kami, dengan lebih banyak alur lintasan dan ini akan membantu Aprilia dan gaya balap saya. Kami perlu meningkatkan diri, tentu saja," imbuhnya.

Lebih lanjut, Martin mengungkapkan bahwa ia masih belum menemukan setelan dasar (base setup) yang konsisten untuk motornya. Ia mengaku merindukan kesempatan untuk melakukan tes pribadi guna mencari solusi. Namun, karena jadwal yang padat, ia berencana memanfaatkan sesi latihan bebas Jumat di beberapa seri mendatang sebagai ajang tes.

"Bagi saya, saya belum memiliki setelan dasar yang pas," ungkapnya. "Ada balapan seperti Le Mans di mana saya menggunakan satu setelan, tetapi setelan itu tidak bekerja di sirkuit lain. Ini sangat disayangkan karena saya masih belum menemukannya."

"Sejujurnya saya sangat ingin melakukan tes, tetapi kami tidak memilikinya. Jadi, beberapa sesi Jumat selama musim ini akan saya gunakan sebagai tes, mencoba hal-hal baru dan mencoba mendapatkan kembali rasa percaya diri pada bagian depan motor. Begitu saya mendapatkan kembali rasa percaya diri itu, saya akan kembali bersaing di papan atas," tegas Martin.

Performa Jorge Martin yang menurun drastis di Brno menjadi sorotan utama, mengindikasikan adanya tantangan signifikan yang dihadapi Aprilia. Tim pabrikan asal Noale ini perlu segera menemukan solusi agar dapat kembali bersaing memperebutkan podium tertinggi di sisa musim MotoGP.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All