Tuesday, 28 July 2026
BREAKING
BERITA

Jenderal Peringatkan Trump: Serangan ke Iran Tak Efektif, Selat Hormuz Tetap Terancam

Oleh Emanuel July 28, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerima peringatan keras dari salah satu jenderalnya sendiri mengenai potensi serangan udara ke Iran. Laksamana Brad Cooper, komandan Armada Kelima Angkatan Laut AS yang mengawasi perairan strategis Timur Tengah, menilai langkah tersebut tidak akan efektif dalam mencapai tujuannya. Terutama, ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran dinilai tetap akan menjadi realitas.

Penilaian Laksamana Cooper ini disampaikan dalam sebuah wawancara eksklusif yang disiarkan oleh televisi Al Arabiya pada Senin (30/12/2019). Ia secara gamblang menyatakan bahwa meskipun AS memiliki kemampuan militer untuk melancarkan serangan, dampak jangka panjangnya terhadap situasi di Iran dan kawasan Teluk Persia patut dipertanyakan. Fokus utama kekhawatiran Cooper adalah pada kemampuan Iran untuk tetap mengancam jalur pelayaran vital tersebut.

Cooper menekankan bahwa Iran telah berulang kali mengutarakan niatnya untuk menutup Selat Hormuz, sebuah jalur sempit yang menjadi urat nadi bagi sepertiga pasokan minyak dunia yang diangkut melalui laut. “Kami memiliki kemampuan untuk melawan, tetapi kami memantau dengan cermat apa yang mereka katakan dan apa yang mereka lakukan,” ujar Cooper, mengindikasikan bahwa Iran memiliki kemampuan teknis dan kemauan politik untuk mencoba menutup selat tersebut.

Lebih lanjut, Cooper menjelaskan bahwa meskipun serangan udara AS mungkin dapat melumpuhkan sementara beberapa fasilitas militer Iran, hal itu tidak akan serta-merta menghilangkan ancaman terhadap Selat Hormuz. Iran, menurutnya, memiliki berbagai cara untuk mengganggu lalu lintas maritim, termasuk penggunaan ranjau laut, kapal cepat bersenjata, serta rudal anti-kapal. Kemampuan ini, yang telah mereka kembangkan selama bertahun-tahun, tidak akan hilang hanya karena satu serangan udara.

Pernyataan Laksamana Cooper ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran pasca-penembakan drone AS oleh Iran pada Juni 2019. Kala itu, Presiden Trump dilaporkan telah menyetujui serangan balasan namun kemudian membatalkannya di menit-menit terakhir. Sikap Trump yang terkadang terlihat ragu-ragu dalam mengambil keputusan militer besar, ditambah dengan nasihat dari para pejabat militernya, menunjukkan kompleksitas dalam penanganan hubungan dengan Teheran.

Cooper menegaskan bahwa strategi AS di kawasan tersebut lebih mengutamakan pencegahan dan menjaga stabilitas. “Kami berusaha untuk mencegah konflik, bukan untuk memulainya,” katanya. Ia menambahkan bahwa menjaga Selat Hormuz tetap terbuka adalah prioritas utama bagi AS dan sekutunya, dan mereka akan terus berupaya melalui jalur diplomasi dan penegakan hukum internasional, sembari tetap menjaga kesiapan militer.

Bagikan: Facebook X WhatsApp