Wednesday, 15 July 2026
BREAKING
BERITA

Jejak Rupiah Menggoda: Dana Asing Kembali Mengalir Deras ke Surat Berharga Negara dan SRBI, BI Berhasil Tarik Rp 105 Triliun

Oleh Emanuel July 15, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Bank Indonesia (BI) mengumumkan kabar gembira terkait aliran dana asing. Dalam menghadapi ketidakpastian global yang sempat memicu keluar modal di kuartal pertama 2026, jurus BI terbukti ampuh.

Kebijakan strategis BI, terutama dalam menaikkan suku bunga acuan, berhasil menstabilkan pasar keuangan domestik. Langkah ini efektif menahan laju arus modal asing yang sempat tertekan.

Hasilnya, Surat Berharga Negara (SBN) dan Sertifikat Rupiah Bank Indonesia (SRBI) kembali dibanjiri investasi dari luar negeri. Total dana asing yang masuk mencapai angka fantastis Rp 105 triliun.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa stabilitas pasar menjadi prioritas utama. Kenaikan suku bunga merupakan instrumen untuk meredam volatilitas dan mengembalikan kepercayaan investor.

“Kami terus memantau dinamika global. Ketidakpastian memang ada, namun respons kebijakan kami diharapkan mampu menjaga fundamental ekonomi tetap kuat,” ujar Perry dalam sebuah kesempatan.

Sebelumnya, pada kuartal I 2026, Indonesia sempat merasakan dampak dari ketidakpastian global yang menyebabkan beberapa investor menarik dananya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi perekonomian nasional.

Namun, BI tidak tinggal diam. Serangkaian langkah proaktif diambil, termasuk penyesuaian suku bunga yang lebih agresif dibandingkan perkiraan awal.

Langkah ini dinilai berhasil menarik kembali perhatian investor asing. Mereka melihat adanya peluang imbal hasil yang menarik di tengah imbal hasil aset global yang cenderung stagnan.

Dana segar sebesar Rp 105 triliun yang masuk ke SBN dan SRBI ini tentunya memberikan kontribusi positif bagi pasar keuangan Indonesia. Selain itu, ini juga menjadi sinyal positif bagi prospek ekonomi nasional.

Arus modal masuk ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar rupiah dan mendukung pembiayaan defisit transaksi berjalan. Ini juga menjadi bukti bahwa kebijakan moneter BI efektif dalam menjaga stabilitas makroekonomi.

Ke depan, BI berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan yang adaptif terhadap perkembangan global.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait