Tuesday, 14 July 2026
BREAKING
EKONOMI

Jejak Para Taipan: Mengapa Miliarder Dunia Kompak Hijrah dari ‘Sarang’ Lama?

Oleh Yohanes July 14, 2026 4 hours lalu 0 komentar

Pergeseran peta tempat tinggal kaum Ultra High Net Worth Individual (UHNWI) atau para miliarder dunia tengah menjadi sorotan tajam.

Fenomena ini mengindikasikan adanya tren global yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Bukan hanya satu atau dua, namun banyak miliarder ternama memutuskan untuk pindah dari lokasi yang selama ini identik dengan kekayaan mereka.

Tengok saja Mark Zuckerberg, pendiri Meta Platforms. Ia dilaporkan memindahkan sebagian besar kekayaannya ke Hawaii.

Keputusan ini diambil setelah ia membeli lahan seluas 1.400 hektar di pulau Kauai.

Zuckerberg dikabarkan telah menghabiskan lebih dari USD 100 juta untuk akuisisi lahan tersebut.

Lokasi baru ini menawarkan privasi dan keindahan alam yang jauh dari hiruk pikuk Silicon Valley.

Tidak hanya Zuckerberg, para orang kaya dari Inggris juga menunjukkan tren serupa.

Mereka ramai-ramai meninggalkan Inggris Raya, mencari suaka di negara lain yang dianggap lebih menguntungkan.

Data dari Henley & Partners, sebuah firma konsultasi migrasi kekayaan, mengungkap angka mengejutkan.

Diperkirakan sekitar 3.000 individu dengan kekayaan bersih tinggi akan meninggalkan Inggris pada tahun 2023.

Angka ini menempatkan Inggris sebagai salah satu negara dengan potensi eksodus miliarder terbesar di dunia.

Negara-negara seperti Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, dan Singapura menjadi destinasi favorit para miliarder ini.

Pertanyaan besar pun muncul: apa yang mendorong para taipan ini untuk meninggalkan ‘sarang’ lama mereka?

Beberapa faktor utama diduga menjadi pemicu pergeseran ini.

Pertama adalah urusan perpajakan yang semakin ketat di negara-negara asal mereka.

Banyak miliarder mencari yurisdiksi dengan tarif pajak yang lebih rendah untuk aset dan penghasilan mereka.

Kedua, faktor keamanan dan stabilitas politik menjadi pertimbangan penting.

Mereka ingin melindungi aset dan keluarga dari potensi gejolak ekonomi atau politik.

Selain itu, gaya hidup dan kesempatan bisnis di negara tujuan juga berperan.

Beberapa negara menawarkan lingkungan yang lebih kondusif untuk investasi dan inovasi.

Pergeseran ini bukan sekadar tren individu, tetapi mencerminkan strategi global para pemegang kekayaan terbesar dunia.

Mereka terus beradaptasi dengan lanskap ekonomi dan politik global yang dinamis.

Dampaknya terhadap negara asal para miliarder ini masih perlu dicermati lebih lanjut.

Namun, tren eksodus ini jelas menandakan adanya perubahan signifikan dalam cara para miliarder mengelola kekayaan dan gaya hidup mereka.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait