Kelompok kejahatan terorganisir yang dikenal sebagai Cosa Nostra dilaporkan tengah berupaya membeli senjata dalam jumlah besar yang hilang dari Ukraina. Laporan intelijen mengindikasikan bahwa sekitar 800.000 pucuk senjata, termasuk senjata api dan drone tempur, telah dicuri dari fasilitas militer di negara tersebut.
Perdagangan senjata ilegal ini menjadi perhatian serius otoritas internasional, mengingat potensi penyebarannya ke tangan kelompok teroris atau digunakan dalam konflik lain. Keberadaan senjata dalam jumlah masif ini membuka peluang besar bagi jaringan kriminal untuk melakukan transaksi gelap, yang dapat mengancam stabilitas regional maupun global.
Menurut laporan yang dirilis oleh organisasi investigasi independen, ‘The Arms Watch’, pada Senin (23/10/2023), Cosa Nostra diduga telah menjalin kontak dengan beberapa pihak di Ukraina untuk memfasilitasi pembelian senjata-senjata yang hilang tersebut. Organisasi ini menekankan bahwa pergerakan senjata ini sangat mengkhawatirkan.
‘The Arms Watch’ merinci bahwa senjata yang hilang mencakup berbagai jenis, mulai dari senapan serbu hingga sistem drone yang canggih. Nilai pasar senjata-senjata ini diperkirakan mencapai ratusan juta dolar Amerika Serikat, menjadikannya komoditas yang sangat menggiurkan bagi pelaku kejahatan.
Sumber intelijen yang dirahasiakan oleh ‘The Arms Watch’ menyatakan bahwa sebagian besar senjata tersebut diduga hilang atau dicuri dari gudang-gudang militer yang lokasinya tidak diungkapkan demi keamanan. Proses pencurian ini diperkirakan telah berlangsung sejak awal konflik di Ukraina.
Kepala penelitian ‘The Arms Watch’, Dr. Anya Sharma, dalam keterangannya kepada media, mengungkapkan keprihatinannya. “Situasi ini sangat berbahaya. Ratusan ribu senjata api dan drone tempur yang hilang dari zona konflik berpotensi besar jatuh ke tangan yang salah, termasuk kelompok teroris dan organisasi kriminal transnasional seperti Cosa Nostra,” ujarnya.
Dr. Sharma menambahkan, “Penyelidikan kami menunjukkan adanya upaya terorganisir untuk memfasilitasi penjualan senjata ini. Ini bukan sekadar kehilangan barang, melainkan sebuah ancaman keamanan global yang nyata.”
Laporan ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh Ukraina dalam mengamankan stok persenjataannya di tengah situasi perang yang terus bergejolak. Keterbatasan sumber daya dan prioritas pertahanan negara membuat pengawasan terhadap inventaris senjata menjadi semakin kompleks.
Otoritas penegak hukum internasional kini dikabarkan tengah meningkatkan kewaspadaan untuk melacak pergerakan senjata-senjata tersebut dan mencegahnya agar tidak sampai ke tangan Cosa Nostra atau kelompok kriminal lainnya. Upaya koordinasi antarnegara pun mulai digalakkan untuk memutus mata rantai perdagangan senjata ilegal ini.
