Para pelaku industri otobus dan logistik di Indonesia secara tegas menyuarakan keprihatinan mereka terkait penerapan program biodiesel B50. Mereka menuntut adanya jaminan kualitas yang memadai terhadap bahan bakar campuran minyak sawit dan solar ini.
Kekhawatiran utama yang muncul adalah potensi kerusakan mesin kendaraan yang diakibatkan oleh penggunaan B50. Para pengusaha merasa perlu adanya kepastian bahwa B50 yang digunakan aman dan tidak menimbulkan masalah jangka panjang.
Asosiasi Pengusaha Otobus (APO) dan organisasi logistik lainnya mengemukakan bahwa kualitas B50 yang beredar di pasaran masih menjadi tanda tanya besar. Mereka mendesak pemerintah dan produsen bahan bakar untuk memberikan sertifikasi dan jaminan kualitas yang terukur.
“Kami mendukung program pemerintah untuk penggunaan energi terbarukan seperti biodiesel. Namun, kami juga harus memastikan operasional bisnis kami tidak terganggu,” ujar salah seorang perwakilan pengusaha yang enggan disebutkan namanya, dalam sebuah pertemuan yang digelar pada Senin (23/10/2023) di Jakarta.
Menurutnya, investasi pada armada otobus dan truk logistik sangatlah besar. Kerusakan mesin akibat bahan bakar berkualitas rendah tentu akan menimbulkan kerugian finansial yang signifikan bagi para pelaku usaha.
Kualitas penyimpanan B50 juga menjadi sorotan. Para pengusaha meminta agar standar penyimpanan yang baik diterapkan di seluruh SPBU dan depo bahan bakar. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas dan mutu biodiesel sebelum disalurkan ke konsumen.
Mereka berharap pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta badan terkait lainnya dapat segera merespons aspirasi ini. Pembentukan standar kualitas yang ketat dan pengawasan yang berkelanjutan dianggap sebagai solusi krusial.
Selain itu, edukasi kepada para pengusaha dan mekanik mengenai penanganan dan perawatan kendaraan yang menggunakan B50 juga dinilai perlu digencarkan. Informasi yang akurat akan membantu meminimalkan risiko kerusakan.
Dengan adanya jaminan kualitas yang jelas, para pengusaha otobus dan logistik optimis dapat mendukung penuh program B50 tanpa rasa khawatir. Hal ini juga akan berkontribusi pada keberlanjutan industri transportasi dan logistik nasional di masa depan.
