Mantan pemain Liverpool dan tim nasional Inggris yang kini berprofesi sebagai komentator sepak bola, Jamie Carragher, tengah menghadapi ancaman kebangkrutan. Hal ini menyusul adanya pengajuan petisi kebangkrutan terhadap dirinya terkait tunggakan pembayaran pajak.
Detail mengenai jumlah pasti tunggakan pajak tersebut belum diungkapkan secara rinci. Namun, pengajuan petisi ini menunjukkan bahwa otoritas pajak telah mengambil langkah hukum lebih lanjut untuk menagih kewajiban Carragher.
Kabar ini pertama kali mencuat pada Rabu, 19 Juni 2024. Petisi kebangkrutan diajukan oleh HM Revenue and Customs (HMRC), badan pengumpul pajak di Inggris. Status kebangkrutan yang mungkin dihadapi Carragher merupakan konsekuensi serius dari ketidakmampuannya memenuhi kewajiban pajak yang terutang.
Perkembangan ini menjadi sorotan publik, mengingat Carragher adalah sosok yang dikenal luas di dunia sepak bola Inggris, baik sebagai pemain maupun pundit. Ia memiliki karir yang gemilang di Liverpool, di mana ia menghabiskan hampir seluruh karirnya dan menjadi legenda klub. Setelah pensiun dari dunia sepak bola profesional, Carragher beralih menjadi analis dan komentator sepak bola, sering tampil di berbagai acara televisi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Jamie Carragher maupun perwakilannya mengenai petisi kebangkrutan yang diajukan oleh HMRC. Pihak berwenang pajak, HMRC, sendiri tidak memberikan komentar lebih lanjut terkait kasus spesifik ini, sesuai dengan kebijakan mereka.
Proses hukum terkait petisi kebangkrutan ini akan terus berjalan. Jika pengadilan memutuskan bahwa Carragher memang dinyatakan bangkrut, hal ini dapat memiliki implikasi finansial dan profesional yang signifikan baginya. Biasanya, proses ini melibatkan peninjauan aset dan kewajiban, serta kemungkinan penyitaan aset untuk melunasi utang.
