Pekan perdana Super League musim ini diwarnai oleh hasil imbang antara Java United dan Garudayaksa FC. Pertandingan yang digelar di Stadion Jatidiri, Semarang, pada Minggu (6/9) sore WIB tersebut berakhir dengan skor 1-1.
Gol pembuka dalam laga ini dicetak oleh tim Java United. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Kesalahan fatal dari pemain Cyrus yang tidak disebutkan namanya secara spesifik dalam laporan, justru dimanfaatkan oleh kubu Garudayaksa untuk menyamakan kedudukan.
Meski hanya meraih satu poin di laga pembuka, pelatih Garudayaksa FC, Budi Santoso, menyatakan rasa syukurnya. Ia menilai hasil imbang ini cukup adil mengingat jalannya pertandingan yang ketat. “Kami bersyukur bisa meraih satu poin di kandang lawan. Pertandingan berjalan cukup alot dan kedua tim menunjukkan determinasi tinggi,” ujar Budi Santoso.
Kekecewaan justru menyelimuti tim Java United. Manajer tim, Ahmad Riyadi, mengungkapkan bahwa timnya seharusnya bisa memenangkan pertandingan ini. Ia menyoroti beberapa peluang yang gagal dikonversi menjadi gol. “Kami sebenarnya punya banyak peluang untuk menambah gol, tapi penyelesaian akhir kami masih kurang efektif. Tentu ini menjadi evaluasi penting bagi kami,” kata Ahmad Riyadi.
Pertandingan ini juga menjadi sorotan terkait performa beberapa pemain yang dinilai belum optimal. Selain kesalahan dari pemain Cyrus yang berujung pada gol balasan Garudayaksa, beberapa nama lain juga disebut belum menunjukkan permainan terbaiknya. Namun, detail mengenai pemain-pemain tersebut tidak dirinci lebih lanjut.
Dengan hasil ini, Java United dan Garudayaksa FC sama-sama mengumpulkan satu poin di klasemen sementara Super League. Pekan pertama ini memberikan gambaran awal mengenai peta persaingan di liga musim ini, di mana setiap tim masih berupaya menemukan ritme permainan terbaik mereka.
