Saturday, 11 July 2026
BREAKING
POLITIK

Jaga Daya Beli Warga, Khofifah Gelar Pasar Murah ke-77 di Malang

Oleh Danu Ilham June 30, 2026 1 week lalu 0 komentar

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dengan menggelar kegiatan Pasar Murah ke-77 di tahun 2026. Aksi nyata ini berlangsung di Halaman Pentungan Sari Waterpark, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, pada Minggu (28/6). Inisiatif tersebut menjadi langkah strategis pemerintah provinsi dalam meredam gejolak harga kebutuhan pokok sekaligus mengendalikan laju inflasi di tingkat akar rumput.

Di tengah dinamika harga pangan yang fluktuatif, pasar murah hadir sebagai intervensi konkret untuk memastikan aksesibilitas masyarakat terhadap barang kebutuhan sehari-hari tetap terjaga. Khofifah menekankan bahwa program yang telah dilaksanakan sebanyak 77 kali sepanjang tahun 2026 ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam meringankan beban ekonomi masyarakat. Dengan menyediakan komoditas di bawah harga pasar, pemerintah berupaya menciptakan keseimbangan antara ketersediaan barang dan kemampuan daya beli warga.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai kebutuhan pokok ditawarkan dengan harga yang cukup kompetitif. Masyarakat dapat membeli beras premium dengan harga Rp14.000 per kilogram, sementara beras medium SPHP dipatok Rp11.000 per kilogram. Untuk kebutuhan dapur lainnya, minyak goreng Minyakita dijual seharga Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, dan tepung terigu Rp10.000 per kilogram. Tidak hanya itu, komoditas protein dan bumbu dapur juga tersedia dengan harga terjangkau, seperti telur ayam ras Rp22.000 per pak, daging ayam ras Rp25.000 per pak, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, serta paket cabai seharga Rp5.000 per 200 gram.

Khofifah menjelaskan bahwa selisih harga yang signifikan dibandingkan dengan harga pasar menjadi daya tarik utama sekaligus solusi cepat bagi warga yang terdampak inflasi. Menurutnya, pengendalian inflasi tidak bisa hanya dilakukan melalui kebijakan makro, tetapi harus menyentuh langsung ke level distribusi barang di masyarakat. Melalui pasar murah ini, pemerintah mampu menekan potensi kenaikan harga yang sering kali memicu inflasi di tingkat daerah.

Lebih dari sekadar operasi pasar untuk menstabilkan harga, kegiatan ini juga dirancang sebagai ajang pemberdayaan ekonomi lokal. Khofifah secara khusus menginstruksikan agar setiap penyelenggaraan pasar murah selalu mengikutsertakan produk-produk unggulan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat. Langkah ini bertujuan untuk memperluas akses pasar bagi pelaku usaha kecil sekaligus menggerakkan roda ekonomi di wilayah tersebut secara berkelanjutan.

Integrasi antara stabilitas harga pangan dan dukungan terhadap UMKM menjadi fondasi penting bagi ketahanan ekonomi daerah. Dengan memberikan ruang bagi produk lokal untuk bersaing dan dikenal luas, Khofifah berharap pelaku UMKM di Jawa Timur dapat tumbuh lebih kuat dan mandiri. Keberadaan pasar murah pun menjadi ekosistem yang saling menguntungkan, di mana masyarakat mendapatkan harga pangan yang murah, sementara pelaku usaha lokal mendapatkan pasar yang pasti.

Dalam kunjungannya ke Singosari, Khofifah juga menunjukkan perhatian langsung kepada kelompok masyarakat yang rentan. Ia menyempatkan diri menyerahkan bantuan beras SPHP kepada sejumlah warga lanjut usia dan orang tua yang membawa anak. Momen tersebut dimanfaatkan gubernur untuk berdialog langsung dengan warga serta pelaku usaha, sembari membeli sejumlah produk UMKM sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan usaha mereka.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur memang telah menempatkan program pasar murah sebagai agenda rutin yang masif. Langkah ini didorong oleh visi untuk terus menjaga ketahanan pangan daerah agar tetap stabil di tengah berbagai tantangan ekonomi global maupun domestik. Khofifah menegaskan bahwa komitmen ini akan terus berlanjut ke berbagai kabupaten dan kota lainnya di seluruh penjuru Jawa Timur tanpa terkecuali.

Konsistensi dalam menggelar pasar murah diharapkan dapat menjadi katalisator positif bagi penguatan ekonomi masyarakat Jawa Timur secara menyeluruh. Selain menjaga inflasi agar tetap berada di jalur yang terkendali, kegiatan ini juga menjadi upaya preventif pemerintah agar tidak terjadi kelangkaan barang atau lonjakan harga yang ekstrem. Sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan ketahanan ekonomi yang tangguh di masa depan.

Di penghujung kegiatannya, Khofifah kembali menegaskan bahwa agenda pasar murah bukan merupakan kegiatan seremonial belaka. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mengevaluasi dan memperluas jangkauan pasar murah guna memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan terjaganya stabilitas harga kebutuhan pokok dan meningkatnya daya beli, diharapkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur dapat terus terjaga dan mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

Keberhasilan program ini menjadi cerminan bahwa kolaborasi antara kebijakan pemerintah yang responsif dan partisipasi aktif pelaku ekonomi lokal dapat memberikan dampak nyata. Kedepannya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dipastikan akan terus memprioritaskan program-program pro-rakyat seperti ini sebagai bagian dari strategi besar dalam memperkuat ketahanan pangan daerah dan menjaga stabilitas ekonomi nasional dari tingkat daerah.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait