Thursday, 6 August 2026
BREAKING
BERITA

Isuzu Karawang Tembus Pasar Global: Pikap Laku Keras di 27 Negara, Filipina Jadi Primadona

Oleh Emanuel August 6, 2026 52 minutes lalu 0 komentar

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengumumkan bahwa pikap jenis Light Commercial Vehicle (LCV) yang diproduksi di Karawang, Jawa Barat, kini telah berhasil menembus pasar ekspor di 27 negara. Filipina menjadi pasar utama dengan permintaan tertinggi untuk kendaraan niaga andalan Isuzu ini.

Keberhasilan ini menunjukkan pengakuan global terhadap kualitas dan daya saing produk otomotif Indonesia. IAMI terus berupaya memperluas jangkauan pasar ekspornya, sejalan dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan ekspor kendaraan niaga dari dalam negeri.

Sejak awal produksi tahun 2023, pabrik Isuzu di Karawang telah menjadi pusat produksi LCV yang ditujukan untuk pasar domestik maupun internasional. Hingga kini, lebih dari 4.000 unit LCV telah diekspor ke berbagai negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Negara-negara seperti Filipina, Vietnam, Thailand, Malaysia, dan negara-negara di Timur Tengah menjadi tujuan ekspor utama.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian ini. Ini membuktikan bahwa produk Isuzu yang diproduksi di Indonesia memiliki kualitas yang diakui dunia. Kami akan terus berupaya meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas untuk memenuhi permintaan pasar global yang terus meningkat,” ujar Kenji Matsuoka, Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia, dalam keterangan resminya.

Pikap LCV Isuzu yang diekspor meliputi berbagai varian, termasuk Isuzu Traga dan Isuzu D-Max. Model Traga, khususnya, menjadi primadona di pasar ekspor berkat ketangguhan, efisiensi bahan bakar, dan kemampuan angkutnya yang optimal untuk berbagai kebutuhan niaga. D-Max sendiri dikenal sebagai kendaraan tangguh yang siap menghadapi berbagai medan.

Peningkatan volume ekspor ini juga memberikan dampak positif bagi industri otomotif nasional, mulai dari sektor komponen hingga tenaga kerja. IAMI memastikan bahwa proses produksi di Karawang telah memenuhi standar kualitas internasional, sehingga produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar global.

IAMI menargetkan peningkatan volume ekspor sebesar 15% pada tahun 2024. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah industri otomotif nasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi kendaraan niaga di kancah internasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp