Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro memastikan bahwa Presiden Prabowo Subianto mendapatkan laporan menyeluruh terkait rangkaian kunjungan kerja yang dilakukan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke wilayah Indonesia Timur. Penegasan ini disampaikan menyusul spekulasi publik mengenai koordinasi internal di jajaran eksekutif terkait lawatan wapres yang berlangsung selama empat hari tersebut.
Saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin, 29 Juni 2026, Juri menegaskan bahwa komunikasi antara Presiden dan Wakil Presiden berjalan dengan baik. Menurutnya, segala aktivitas strategis yang dilakukan oleh Gibran selama periode 18 hingga 21 Juni 2026 telah diketahui sepenuhnya oleh kepala negara.
Ketika dikonfirmasi mengenai apakah rangkaian kunjungan tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo, Juri memilih untuk tidak memberikan jawaban spesifik. Ia tidak mengonfirmasi maupun membantah adanya perintah khusus di balik blusukan Gibran ke Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, hingga Papua.
Kunjungan Gibran ke wilayah timur Indonesia memang menarik perhatian banyak pihak. Secara politik, kawasan ini dikenal sebagai basis pendukung yang cukup loyal terhadap pemerintahan Joko Widodo selama dua periode. Langkah Gibran yang menyambangi kantong-kantong suara tersebut ditengarai oleh berbagai pengamat sebagai upaya strategis dalam memperkuat basis pendukung politiknya di masa depan.
Selama perjalanan dinasnya, putra sulung mantan Presiden Joko Widodo itu tidak bergerak sendiri. Gibran mengajak lima mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi terkemuka, yakni Universitas Sanata Dharma, Universitas Indonesia, Universitas Pelita Harapan, Universitas Jenderal Soedirman, dan Institut Seni Budaya Indonesia. Keterlibatan mahasiswa ini dinilai sebagai upaya untuk mendekatkan kebijakan pemerintah dengan aspirasi generasi muda.
Rangkaian agenda Gibran dimulai dari Ende, Nusa Tenggara Timur. Di sana, ia meninjau langsung pelaksanaan program unggulan pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), di SMPN 1 Ndona. Selain itu, Gibran sempat melakukan peninjauan ke SDN Wolomoni. Sekolah tersebut sempat menjadi sorotan publik karena dugaan perusakan yang berkaitan dengan pembangunan proyek koperasi desa yang dikenal dengan sebutan Kopdes Merah Putih.
Setelah menuntaskan agenda di NTT, perjalanan berlanjut ke Gorontalo. Di wilayah ini, fokus kunjungan Gibran tertuju pada pembangunan infrastruktur strategis, yakni progres pembangunan Bendungan Bulango Ulu. Mantan politikus PDIP tersebut juga mendapatkan kehormatan untuk membuka secara resmi Pekan Nasional atau PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026, sebuah ajang besar bagi pelaku sektor pertanian dan perikanan nasional.
Selanjutnya, langkah Gibran membawa dirinya menuju wilayah Papua. Di Manokwari Selatan, Papua Barat, ia melakukan peninjauan terhadap sentra produksi kakao yang menjadi komoditas unggulan daerah tersebut. Selain agenda ekonomi, Gibran juga menghadiri acara keagamaan berskala nasional, yakni pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi atau Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026.
Perjalanan dinas ini ditutup di Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Selama berada di wilayah tersebut, Gibran memiliki agenda yang cukup padat, mulai dari mengunjungi Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat hingga meninjau sarana pendidikan dan kesehatan. Ia menyempatkan diri menyambangi Gereja Katedral Salib Suci Baru, melihat langsung operasional Sekolah Lapang Sagu Keuskupan Agats, serta melakukan inspeksi mendadak ke RSUD Perpetua J. Safanpo.
Seluruh rangkaian kunjungan ini menegaskan peran aktif Gibran dalam memantau langsung implementasi kebijakan pusat hingga ke daerah terpencil. Dengan keterlibatan langsung dalam meninjau proyek MBG, infrastruktur bendungan, hingga sektor pertanian dan kebudayaan, pemerintah tampak ingin menunjukkan kesinambungan program kerja di wilayah timur Indonesia.
Bagi publik, kehadiran wakil presiden di daerah-daerah tersebut menjadi sinyal penting terkait perhatian pemerintah pusat terhadap percepatan pembangunan di wilayah timur. Meskipun isu mengenai motif politik di balik kunjungan tersebut terus bergulir, pihak Istana tetap menekankan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan program-program yang telah direncanakan dapat terealisasi dengan tepat sasaran.
Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai agenda kunjungan kerja berikutnya yang akan dilakukan oleh Wakil Presiden Gibran. Namun, pola pendekatan blusukan yang melibatkan keterlibatan mahasiswa dan tinjauan langsung ke lapangan diperkirakan akan tetap menjadi gaya komunikasi politik yang diusung oleh pemerintahan Prabowo-Gibran dalam menjalankan roda pemerintahan ke depan. Publik kini tengah menunggu apakah hasil dari kunjungan-kunjungan tersebut akan ditindaklanjuti dengan kebijakan baru atau akselerasi proyek yang lebih masif di wilayah timur Indonesia.











