Israel Tarik Brigade Givati dari Lebanon Selatan, Apa Dampaknya?

Heni Maulidya

Jakarta – Pasukan Israel dari Brigade Givati dilaporkan telah ditarik dari Lebanon selatan setelah delapan bulan penempatan. Keputusan ini memicu pertanyaan mengenai strategi militer Israel di wilayah perbatasan yang bergejolak tersebut.

Militer Israel (IDF) mengonfirmasi penarikan ini dalam sebuah upacara di Kamp Filon, Israel utara. Kepala Komando Utara, Mayor Jenderal Rafi Milo, turut hadir dalam acara tersebut. Brigade Givati sebelumnya ditugaskan untuk operasi pertahanan perbatasan.

Namun, misi mereka berkembang menjadi serangan darat di beberapa wilayah. Lokasi-lokasi seperti Khiam, Bint Jbeil, dan daerah di utara Sungai Litani menjadi sasaran operasi tersebut. IDF mengklaim keberhasilan dalam menghancurkan ratusan situs milik Hizbullah.

Mereka juga melaporkan penewasan ratusan kombatan musuh. Selain itu, lebih dari seribu senjata berhasil disita selama penempatan brigade ini. Alasan spesifik di balik penarikan pasukan ini tidak diungkapkan secara gamblang oleh pihak militer.

Situasi di Lebanon selatan sendiri masih tegang. Otoritas Lebanon mencatat angka korban jiwa yang signifikan akibat serangan Israel. Sejak Oktober 2023, dilaporkan 4.298 orang tewas. Pasukan Israel lainnya dilaporkan masih berada di sejumlah wilayah Lebanon selatan dan terus melancarkan serangan.

Laporan media Israel, seperti Haaretz, menyebut penarikan Brigade Givati merupakan bagian dari pergeseran pasukan yang lebih luas. Langkah ini diduga terkait dengan pengaturan lapangan dan potensi kesepakatan dengan Lebanon. Kesepakatan ini disebut-sebut dimediasi oleh Amerika Serikat pada pekan lalu.

Sementara itu, media Israel lainnya, Yedioth Ahronoth, memberikan perspektif berbeda. Penarikan ini disebut mencerminkan "tekanan politik dan operasional". Tujuannya diduga untuk memperkuat zona penyangga pertahanan. Ini bukan berarti Israel mengakhiri seluruh kehadiran militernya di Lebanon selatan.

Kehadiran militer Israel di Lebanon selatan telah berlangsung cukup lama. Penarikan satu brigade ini bisa jadi merupakan strategi rotasi atau penyesuaian taktis. Namun, dampaknya terhadap stabilitas di perbatasan kedua negara masih perlu dicermati lebih lanjut. Ketegangan yang telah berlangsung berbulan-bulan ini terus menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All