Tuesday, 25 August 2026
BREAKING
DUNIA

Iran Desak AS Mundur dari Timur Tengah Pasca Pakta Makkah

Oleh Heni Maulidya August 25, 2026 19 hours lalu 0 komentar

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Mohsen Rezaei, mengomentari perjanjian keamanan trilateral yang dikenal sebagai Pakta Makkah, yang melibatkan Turki, Arab Saudi, dan Pakistan. Rezaei menilai bahwa perjanjian ini menjadi momentum bagi Amerika Serikat untuk segera menarik diri dari kawasan Timur Tengah.

Menurut Rezaei, pakta yang ditandatangani antara ketiga negara tersebut menunjukkan adanya pergeseran kekuatan dan kemandirian regional yang semakin menguat. Ia berpendapat bahwa kehadiran kekuatan asing, khususnya Amerika Serikat, di Timur Tengah justru kerap kali menimbulkan ketidakstabilan dan konflik.

“Pakta Makkah ini adalah sinyal kuat bahwa negara-negara kawasan kini mulai mengandalkan kekuatan sendiri dan tidak lagi bergantung pada campur tangan pihak luar,” ujar Rezaei. Ia menekankan bahwa perjanjian keamanan semacam ini seharusnya mendorong negara-negara Timur Tengah untuk bersatu dan menyelesaikan permasalahan internal mereka tanpa intervensi asing.

Rezaei juga mengaitkan perjanjian ini dengan dinamika geopolitik yang lebih luas di Timur Tengah. Ia melihat bahwa negara-negara di kawasan ini semakin sadar akan pentingnya kerja sama regional untuk menjaga perdamaian dan stabilitas, serta untuk mengamankan kepentingan mereka sendiri. Oleh karena itu, menurut pandangannya, kehadiran kekuatan militer Amerika Serikat di wilayah tersebut menjadi tidak relevan dan bahkan kontraproduktif.

Pernyataan ini disampaikan oleh Rezaei sebagai respons terhadap perkembangan terbaru dalam hubungan keamanan di antara Turki, Arab Saudi, dan Pakistan. Pakta Makkah, yang belum banyak diungkap detailnya ke publik, dipandang oleh Iran sebagai langkah strategis yang dapat mengubah lanskap keamanan di Timur Tengah. Iran sendiri secara historis memiliki hubungan yang kompleks dengan beberapa negara di kawasan tersebut dan juga dengan Amerika Serikat.

Lebih lanjut, Rezaei mengimbau agar negara-negara Timur Tengah dapat memanfaatkan momen ini untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama, serta secara tegas menolak segala bentuk campur tangan yang dapat merusak kedaulatan dan kemerdekaan mereka. Ia berharap agar Amerika Serikat dapat mendengarkan sinyal ini dan segera mengakhiri kehadirannya di Timur Tengah, demi terciptanya perdamaian dan kemakmuran yang berkelanjutan di kawasan tersebut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp