Pasar saham Indonesia ditutup dengan catatan positif pada sesi pertama perdagangan hari ini, Kamis (21/3/2024). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 0,70% ke level 7.335,14. Meskipun demikian, pergerakan investor asing justru menunjukkan tren keluar dari pasar saham domestik.
Berdasarkan data transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI) per penutupan sesi I, investor asing mencatatkan nilai net sell atau jual bersih sebesar Rp264,31 miliar. Arus keluar dana ini terbilang signifikan, namun tidak mampu menahan laju penguatan IHSG yang didorong oleh aksi beli investor domestik.
Saham-saham unggulan menjadi sasaran jual investor asing. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memimpin daftar saham yang paling banyak dilepas dengan nilai net sell mencapai Rp178,7 miliar. Posisi kedua ditempati oleh PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang juga mengalami penjualan bersih sebesar Rp144,3 miliar.
Selain BBRI dan GOTO, saham-saham lain yang juga masuk dalam daftar jual investor asing antara lain PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan net sell Rp40,1 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) senilai Rp27,7 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp24,6 miliar.
Di sisi lain, investor asing juga tercatat melakukan pembelian pada beberapa saham. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu yang diminati dengan net buy Rp88,6 miliar. Selanjutnya, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatatkan net buy Rp39,8 miliar, diikuti oleh PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) sebesar Rp27,3 miliar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) senilai Rp22,8 miliar, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp17,7 miliar.
Pergerakan IHSG yang positif di tengah aksi jual investor asing ini mengindikasikan adanya kekuatan penyeimbang dari investor domestik yang optimistis terhadap prospek pasar saham Indonesia. Kenaikan IHSG didukung oleh penguatan pada mayoritas sektor, dengan sektor energi dan keuangan menjadi pendorong utama.
