Insiden tak terduga mewarnai akhir pekan MotoGP di Sirkuit Brno, Republik Ceko, ketika pembalap tim Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, kedapatan mendorong dan menampar seorang marshal pasca-balapan sprint. Perilaku kontroversial ini berujung pada larangan tampil di balapan utama MotoGP Ceko, sebuah sanksi yang mengejutkan banyak pihak. CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, akhirnya memberikan penjelasan mendalam mengenai kronologi kejadian dan pandangan tim terhadap insiden tersebut.
Bezzecchi, yang saat itu memimpin klasemen MotoGP, terjatuh dari posisi kelima pada lap terakhir balapan sprint. Namun, drama sebenarnya terjadi setelah insiden tersebut, jauh dari sorotan kamera televisi. Saat motor Aprilia miliknya diangkat dari gravel trap oleh para marshal, salah satu dari mereka secara tidak sengaja memutar gas motor, membuat mesin meraung kencang. Dalam kondisi emosi yang memuncak, Bezzecchi langsung menghampiri marshal tersebut, mendorongnya, dan kemudian menamparnya sebelum meninggalkan lokasi.
Massimo Rivola mengungkapkan bahwa tim Aprilia baru sepenuhnya menyadari insiden tersebut ketika mereka dipanggil menghadap Steward FIM MotoGP. "Ya, saya terkejut," ujar Rivola ketika ditanya mengenai reaksinya terhadap rekaman insiden yang beredar beberapa jam setelah balapan sprint. "Bukan karena dorongan pertama, karena itu bisa dibilang untuk menyelamatkan motor. Namun, tamparan kedua jelas tidak dapat diterima."
Rivola mengakui bahwa Bezzecchi awalnya hanya menyampaikan sebagian dari apa yang terjadi. "Marco berkata, ‘Ah ya, saya mendorong marshal, tapi dia memutar gas mesinnya’. Jadi, oke. Dia benar-benar lupa bagian kedua [tamparan itu]," jelas Rivola. "Pada saat itu, puncak adrenalin yang dirasakannya… Ini bukan untuk membenarkan, tetapi beberapa atlet dalam olahraga semacam ini, mereka mencapai puncak adrenalin yang, sekali lagi, bukan pembenaran, tetapi sesuatu yang memang ada."
Meskipun demikian, Aprilia Racing tidak berusaha mencari pembenaran atas tindakan pembalapnya. Rivola menegaskan bahwa tim menerima sepenuhnya sanksi yang dijatuhkan. "Kami mendukung kebijakan toleransi nol [terhadap pelanggaran semacam ini], jadi saya baik-baik saja dengan itu, dan kami menerimanya," tegasnya. Tim bahkan telah mengajukan banding atas larangan tampil Bezzecchi, namun banding tersebut ditolak.
Alasan Aprilia mengajukan banding adalah perbandingan dengan kasus serupa di masa lalu. Rivola menyoroti insiden yang melibatkan Aleix Espargaro dengan Franco Morbidelli pada MotoGP Qatar 2023, di mana Espargaro menampar helm Morbidelli saat sesi latihan. Dalam kasus tersebut, Espargaro hanya dikenakan denda 10.000 Euro dan penalti enam posisi grid. "Jadi, menurut saya, mungkin ini [larangan tampil] agak terlalu keras," ujar Rivola. "Kami ingin melihatnya berlomba, memberinya denda besar, memberinya penalti posisi grid, tetapi biarkan dia berlomba karena itu belum pernah terjadi di masa lalu."
Namun, Steward Banding FIM memiliki pandangan berbeda. Dalam putusan mereka yang menegakkan larangan tampil Bezzecchi, mereka menekankan peran krusial para marshal. "Para Steward Banding menganggap sangat signifikan bahwa individu yang terlibat adalah marshal yang aktif terlibat dalam pemulihan mesin pembalap pasca-kecelakaan," demikian bunyi pernyataan resmi mereka. "Personel semacam itu bertindak semata-mata demi keselamatan pembalap, keselamatan acara, dan kelancaran jalannya kompetisi. Agresi fisik terhadap marshal sama sekali tidak dapat diterima dalam motorsport profesional dan tidak dapat ditoleransi terlepas dari keadaan yang menyebabkan insiden tersebut."
Marco Bezzecchi sendiri dikabarkan sangat menyesali perbuatannya. Ia dijadwalkan untuk kembali beraksi pada tes motor 850cc di Brno sehari setelah insiden tersebut. "Dia merasa sangat buruk, seperti kita semua," kata Rivola mengenai kondisi Bezzecchi. "Dia adalah orang yang cukup emosional dan, seperti yang bisa Anda bayangkan…"
Meskipun demikian, Rivola mencoba melihat sisi positifnya. "Hal yang baik adalah besok dia akan berada di atas [motor 850cc] dan itu adalah tantangan baru. Kemudian kita balapan di Assen, jadi mudah untuk membalikkan keadaan."
Insiden ini tentu saja berdampak pada persaingan gelar MotoGP musim ini. Keunggulan Bezzecchi di puncak klasemen kini terpangkas menjadi delapan poin dari rekan setimnya, Jorge Martin. Sementara itu, pemenang balapan di Brno, Marc Marquez, kini tertinggal 40 poin dari posisi teratas. Peristiwa di Brno ini menjadi pengingat penting akan pentingnya menjaga sportivitas dan menghormati peran krusial seluruh elemen yang terlibat dalam setiap gelaran balap motor, termasuk para marshal yang bekerja demi keselamatan semua pihak.











