Saturday, 8 August 2026
BREAKING
OTOMOTIF

Insentif Mobil Hybrid Tertutup, Pemerintah Fokus ke Kendaraan Listrik

Oleh Emanuel August 8, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Pemerintah Indonesia tampaknya tidak berencana memberikan insentif fiskal untuk kendaraan berteknologi hybrid. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengisyaratkan bahwa fokus utama kebijakan insentif kendaraan ramah lingkungan adalah untuk mobil listrik sepenuhnya (Battery Electric Vehicle/BEV).

Keputusan ini disampaikan Airlangga Hartarto pada acara Pertemuan Tahunan Industri Asuransi Jiwa 2024 yang digelar di Jakarta pada Selasa, 23 Januari 2024. Pernyataannya menegaskan arah kebijakan pemerintah yang lebih mengutamakan transisi ke mobil listrik murni, sejalan dengan target emisi nol bersih (net zero emission) Indonesia.

Menurut Airlangga, insentif yang telah digelontorkan pemerintah, seperti pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk mobil listrik, telah menunjukkan hasil positif. Hal ini terlihat dari peningkatan permintaan dan adopsi mobil listrik di pasar domestik.

“Kita sudah memberikan insentif PPN untuk mobil listrik. Jadi, yang hybrid tampaknya tidak akan kita berikan insentif,” ujar Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan kepada awak media. Ia menambahkan bahwa insentif yang ada saat ini sudah cukup efektif mendorong pertumbuhan kendaraan listrik.

Pemerintah telah berkomitmen untuk mendorong pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia, baik dari sisi produksi maupun konsumsi. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, menurunkan emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan daya saing industri otomotif nasional di kancah global.

Sebelumnya, pemerintah telah memberikan sejumlah insentif untuk kendaraan listrik, termasuk pembebasan PPN sebesar 11% untuk mobil listrik dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40%. Insentif ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 38 Tahun 2023.

Dengan fokus yang jelas pada mobil listrik murni, pemerintah berharap dapat mempercepat elektrifikasi transportasi di Indonesia dan mencapai target lingkungan yang telah ditetapkan. Hal ini juga sejalan dengan tren global yang semakin mengarah pada kendaraan tanpa emisi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp