Indonesia tengah mengarungi babak baru dalam pengembangan industri tambang dan mineralnya, bergeser dari sekadar hilirisasi menuju penguatan kapabilitas nasional secara menyeluruh. Perubahan strategis ini diharapkan mampu mendongkrak nilai tambah sumber daya alam sekaligus memastikan kemandirian bangsa di sektor krusial ini.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, menggarisbawahi pergeseran paradigma ini dalam sebuah pernyataan. “Kita sekarang masuk ke fase berikutnya, yaitu bagaimana kita membangun industri hilir yang kuat, yang didukung oleh sumber daya manusia (SDM) dan teknologi yang dimiliki bangsa sendiri,” ujar Bahlil dalam acara Sosialisasi dan Diskusi Peningkatan Nilai Tambah Sektor Pertambangan dan Mineral di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/05/2024).
Fokus pada pembangunan kapabilitas nasional ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penguasaan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pengembangan industri pendukung yang terintegrasi. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya mampu mengolah hasil tambang dan mineralnya sendiri, tetapi juga menciptakan produk turunan bernilai tinggi yang dapat bersaing di pasar global.
Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa transformasi ini merupakan langkah lanjutan dari upaya hilirisasi yang telah digalakkan sebelumnya. “Hilirisasi itu kan bagaimana kita membangun pabriknya, sekarang ini kita masuk ke fase berikutnya, yaitu bagaimana kita membangun industri hilir yang kuat,” tegasnya.
Strategi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian nasional. Dengan mengandalkan kekuatan domestik, Indonesia berpotensi mengurangi ketergantungan pada impor teknologi dan keahlian, serta membuka lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
Presiden Joko Widodo sendiri telah berulang kali menekankan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam. Beliau berharap agar kekayaan alam Indonesia dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat. Transformasi menuju penguatan kapabilitas nasional ini sejalan dengan visi jangka panjang tersebut, yaitu menjadikan Indonesia sebagai negara industri yang mandiri dan berdaya saing.
