Pemerintah Indonesia tengah mengkaji potensi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berskala masif dengan target mencapai 100 Giga Watt (GW). Rencana ambisius ini berfokus pada pemanfaatan lahan di sepanjang ruas jalan tol yang membentang di seluruh negeri. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan bauran energi terbarukan dan memenuhi kebutuhan listrik nasional yang terus meningkat.
Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada Selasa (18/6/2024), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengungkapkan bahwa kajian mendalam sedang dilakukan untuk merealisasikan proyek PLTS 100 GW ini. Menurutnya, potensi lahan di sepanjang jalan tol sangat signifikan dan dapat dioptimalkan untuk instalasi panel surya.
“Kita sedang mengkaji pembangunan PLTS di sepanjang jalan tol. Kapasitasnya 100 GW,” ujar Arifin Tasrif. Ia menambahkan bahwa kajian tersebut mencakup aspek teknis, ekonomis, dan lingkungan untuk memastikan kelayakan serta keberlanjutan proyek. Pemanfaatan lahan di sisi jalan tol dinilai lebih efisien dibandingkan mencari lahan baru yang mungkin memerlukan pembebasan lahan yang rumit.
Proyek ini diharapkan tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kapasitas energi terbarukan, tetapi juga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan industri energi surya di dalam negeri. Pemerintah optimistis bahwa target 100 GW dapat tercapai melalui berbagai skema investasi dan kemitraan, baik dengan sektor swasta maupun badan usaha milik negara (BUMN).
Lebih lanjut, Arifin Tasrif juga menyoroti pentingnya pengembangan infrastruktur pendukung, seperti jaringan transmisi yang memadai, untuk menyalurkan listrik yang dihasilkan dari PLTS tersebut ke pusat-pusat beban. Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku pengelola jalan tol, menjadi kunci dalam implementasi rencana ini.
Rencana pembangunan PLTS 100 GW ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam Perjanjian Paris untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dan transisi menuju energi bersih. Dengan memanfaatkan potensi energi surya yang melimpah, Indonesia berupaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menciptakan sistem energi yang lebih berkelanjutan di masa depan.
