Thursday, 10 September 2026
BREAKING
BERITA

Indonesia Bidik PLTN Beroperasi 2032, Langkah Persiapan Dimulai

Oleh Emanuel September 10, 2026 43 minutes lalu 0 komentar

Indonesia menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama dapat beroperasi pada tahun 2032. Target ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjajaki energi nuklir sebagai salah satu solusi pemenuhan kebutuhan energi nasional di masa depan. Persiapan menuju realisasi PLTN ini pun telah dimulai, melibatkan berbagai kajian dan langkah strategis.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, menegaskan bahwa target 2032 ini bukanlah hal yang mustahil. Ia menjelaskan bahwa saat ini Indonesia sedang dalam tahap penjajakan dan kajian mendalam mengenai teknologi serta kelayakan pembangunan PLTN. “Saat ini kita sedang dalam tahap penjajakan dan kajian mendalam terkait dengan teknologi dan kelayakan pembangunan PLTN,” ujar Laksana Tri Handoko dalam sebuah kesempatan.

Lebih lanjut, Laksana Tri Handoko merinci bahwa BRIN bersama instansi terkait lainnya tengah melakukan kajian komprehensif. Kajian tersebut mencakup aspek keselamatan, keamanan, pengelolaan limbah radioaktif, hingga studi kelayakan ekonomi. Pendekatan yang diambil adalah dengan terus mengikuti perkembangan teknologi nuklir terkini di dunia. Indonesia juga aktif menjalin kerja sama internasional dengan negara-negara yang memiliki pengalaman dalam pengembangan energi nuklir, seperti Korea Selatan.

Salah satu kemajuan signifikan dalam persiapan ini adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BRIN dengan Korea Atomic Energy Research Institute (KAERI) pada 18 Mei 2023. MoU ini mencakup kerja sama dalam bidang penelitian dan pengembangan energi nuklir, yang juga akan berfokus pada potensi pembangunan PLTN di Indonesia. “Kami sedang melakukan kajian mendalam dan mendampingi pemerintah dalam mengambil keputusan strategis terkait hal ini,” tambah Laksana Tri Handoko.

Keputusan untuk mempertimbangkan energi nuklir ini didasari oleh beberapa faktor. Selain potensi besar energi nuklir sebagai sumber energi bersih dan andal, Indonesia juga terus berupaya mencapai target bauran energi nasional serta mengurangi emisi karbon. PLTN diharapkan dapat menjadi tulang punggung pasokan listrik yang stabil, terutama untuk memenuhi kebutuhan energi di pulau-pulau besar yang permintaannya terus meningkat.

Meskipun target 2032 telah ditetapkan, prosesnya diprediksi akan memakan waktu yang cukup panjang. Mulai dari studi kelayakan lanjutan, pemilihan lokasi, proses perizinan yang ketat, hingga pembangunan fisik PLTN itu sendiri. Selain itu, aspek penerimaan masyarakat dan pembangunan sumber daya manusia yang kompeten di bidang nuklir juga menjadi perhatian penting dalam keseluruhan persiapan ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp