Saturday, 8 August 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

Indonesia Bidik Jadi Pusat Kecerdasan Buatan Asia Tenggara dengan Pembangunan “AI Factory” 1 GW

Oleh Herfansyah August 8, 2026 45 minutes lalu 0 komentar

Indonesia berambisi mengukuhkan posisinya sebagai pusat kecerdasan buatan (AI) terdepan di Asia Tenggara melalui pembangunan fasilitas “AI Factory” dengan kapasitas 1 Gigawatt (GW). Proyek ambisius ini diproyeksikan tidak hanya memperkuat ekosistem AI di dalam negeri tetapi juga meningkatkan daya saing ekonomi digital nasional di kancah global.

Inisiatif pembangunan “AI Factory” ini merupakan bagian dari strategi komprehensif pemerintah untuk mendorong inovasi dan adopsi teknologi AI. Dengan skala 1 GW, fasilitas ini diharapkan mampu menampung kebutuhan daya komputasi yang masif, yang esensial untuk pengembangan dan pelatihan model-model AI yang kompleks.

Pembangunan “AI Factory” 1 GW ini merupakan langkah strategis yang diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Beliau menekankan bahwa proyek ini akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat AI di kawasan ini. “Kita akan membangun ‘AI Factory’ yang 1 Gigawatt, ini akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara,” ujar Luhut dalam sebuah kesempatan.

Fasilitas ini direncanakan akan dibangun di Ibu Kota Nusantara (IKN). Lokasi strategis di IKN dipilih untuk memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung yang memadai dan integrasi dengan rencana pengembangan kota cerdas di masa depan. Selain itu, pembangunan di IKN juga mencerminkan komitmen pemerintah untuk memusatkan pengembangan teknologi maju di pusat pemerintahan yang baru.

Lebih lanjut, Luhut menjelaskan bahwa “AI Factory” ini akan menjadi pusat bagi berbagai kegiatan riset dan pengembangan AI, termasuk pelatihan model-model AI yang membutuhkan sumber daya komputasi besar. “Kita akan melatih 1.000 AI researcher lagi. Jadi ada 2.000 AI researcher yang kita punya,” tambahnya, menggarisbawahi fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang AI.

Proyek “AI Factory” ini juga diproyeksikan akan menarik investasi dari berbagai pihak, baik domestik maupun internasional, yang tertarik untuk terlibat dalam pengembangan ekosistem AI. Ketersediaan fasilitas komputasi berskala besar ini diharapkan dapat memicu lahirnya berbagai startup AI inovatif dan mempercepat adopsi solusi AI di berbagai sektor industri, mulai dari kesehatan, pertanian, hingga manufaktur.

Pembangunan “AI Factory” 1 GW ini sejalan dengan agenda transformasi digital yang sedang digalakkan pemerintah. Dengan memperkuat kapabilitas AI, Indonesia berupaya untuk tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen dan inovator yang mampu bersaing di era ekonomi digital yang semakin kompetitif.

Bagikan: Facebook X WhatsApp