Sebuah forum Ijtima Ulama yang digelar baru-baru ini telah menyuarakan rekomendasi penting untuk melakukan pembenahan dalam tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Langkah ini diambil menjelang digelarnya Muktamar ke-35 NU. Forum tersebut juga menekankan perlunya NU untuk kembali memegang peranan sebagai lokomotif bagi gerakan masyarakat sipil dan menjadi penggerak kemajuan bangsa.
Dalam konteks ini, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, turut memberikan pandangannya. Ia menegaskan kembali pentingnya NU untuk tidak hanya menjadi organisasi keagamaan, tetapi juga menjadi kekuatan yang mampu menggerakkan dan memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat luas. Cak Imin berharap NU dapat kembali menjadi motor penggerak dalam ranah civil society.
Rekomendasi pembenahan PBNU yang disuarakan oleh Ijtima Ulama ini mencakup berbagai aspek strategis. Tujuannya adalah untuk memastikan PBNU lebih efektif dan responsif dalam menghadapi tantangan zaman, serta mampu menjalankan amanah organisasi secara optimal. Pembenahan ini diharapkan dapat memperkuat fondasi NU sebagai organisasi yang terus relevan dan memberikan kontribusi positif bagi umat dan bangsa.
Cak Imin menambahkan bahwa peran NU sebagai lokomotif civil society sangat krusial. Ia mengingatkan bahwa NU memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan. Oleh karena itu, NU harus terus berada di garis depan dalam mengadvokasi kepentingan masyarakat, mendorong dialog konstruktif, serta menjadi agen perubahan yang membawa kemaslahatan.
Lebih lanjut, Cak Imin menggarisbawahi bahwa penguatan kapasitas PBNU melalui pembenahan internal akan sangat mendukung visi NU sebagai lokomotif masyarakat sipil. Dengan struktur yang solid dan kepemimpinan yang visioner, NU diharapkan dapat lebih leluasa dalam menjalankan program-programnya yang berorientasi pada pemberdayaan umat dan penguatan tatanan sosial yang adil dan beradab.
