Honda Catat Rugi Bersih Pertama dalam 70 Tahun, Toshihiro Mibe Sampaikan Permintaan Maaf

Emanuel

Kinerja keuangan Honda Motor Co. tengah menjadi sorotan tajam setelah perusahaan mencatatkan rugi bersih tahunan untuk pertama kalinya sejak melantai di bursa pada 1957. Kerugian yang dialami raksasa otomotif asal Jepang ini mencapai 423,94 miliar yen atau setara dengan Rp46,2 triliun untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2026.

Presiden Direktur Honda, Toshihiro Mibe, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada para pemegang saham atas kondisi finansial perusahaan tersebut. Pernyataan itu ia sampaikan langsung dalam rapat umum pemegang saham tahunan yang berlangsung di Tokyo, Jumat (26/6).

Mibe mengungkapkan bahwa kerugian besar ini dipicu oleh beban restrukturisasi bisnis mobil listrik yang menelan biaya lebih dari 9 miliar dolar AS atau sekitar Rp160 triliun. Selain itu, Honda juga harus menghadapi tekanan persaingan yang sangat ketat dari para kompetitor asal China.

Permasalahan semakin pelik lantaran pangsa pasar mobil listrik Honda di Amerika Serikat jauh di bawah ekspektasi, terutama setelah adanya pemangkasan subsidi di sana. Akibatnya, Honda terpaksa menghentikan pengembangan tiga model kendaraan listrik yang sebelumnya telah direncanakan untuk pasar Amerika Utara.

Mibe mengakui bahwa jika perusahaan tetap memaksakan penjualan model-model tersebut, bisnis otomotif Honda berisiko merugi hingga lima atau tujuh tahun ke depan. Ia menyebut situasi tersebut sebagai kondisi yang sangat kritis bagi keberlangsungan perusahaan.

Posisi Mibe sendiri sempat diguncang desakan mundur dari sejumlah pihak internal, termasuk mantan CEO Honda, Nobuhiko Kawamoto, pada April lalu. Para petinggi lama mengkritik strategi Mibe yang dinilai kurang optimal dalam menggarap pasar China serta kegagalan dalam transisi ke kendaraan listrik.

Meski sempat muncul mosi pemecatan dalam rapat pemegang saham, Mibe menolak membawa usulan tersebut ke meja pemungutan suara karena dianggap tidak masuk dalam agenda. Sebagian pemegang saham pun sempat meluapkan kekecewaan mereka atas strategi perusahaan yang dinilai berjalan dari hari ke hari.

Namun, di tengah gelombang kritik tersebut, usulan pengangkatan 11 anggota dewan direksi termasuk Mibe tetap disetujui. Salah satu wajah baru yang masuk adalah Mahito Shikama, sosok yang berpengalaman dalam pengembangan kendaraan otonom dan teknologi software-defined vehicle.

Menatap masa depan, Honda berkomitmen untuk kembali mencetak laba pada tahun fiskal berjalan. Mibe berjanji akan menjadikan bisnis mobil sebagai sumber keuntungan yang stabil dalam tiga tahun mendatang.

Saat ini, Honda tengah menjalin pembicaraan intensif dengan Nissan dan Mitsubishi terkait kolaborasi teknologi masa depan. Fokus utamanya mencakup platform kendaraan berbasis perangkat lunak serta pengembangan baterai guna mengembalikan Honda ke jalur pertumbuhan yang lebih sehat.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All