Bayern Muenchen memastikan gelar juara Piala Jerman (DFB-Pokal) musim 2025/2026 setelah menampilkan performa gemilang di partai final. Dalam laga yang digelar di Olympiastadion, Berlin, Minggu dini hari WIB, raksasa Bavaria berhasil menaklukkan VfB Stuttgart dengan skor telak 3-0.
Bintang kemenangan Bayern dalam pertandingan krusial ini tak lain adalah striker andalan mereka, Harry Kane. Pemain timnas Inggris ini tampil sensasional dengan mencetak tiga gol alias hattrick, yang sekaligus mengukuhkan dominasi Bayern di kancah domestik musim ini. Gelar Piala Jerman ini melengkapi kesuksesan Bayern yang sebelumnya juga telah mengamankan trofi Liga Jerman (Bundesliga).
Pertandingan final antara Bayern Muenchen dan VfB Stuttgart sejak awal berlangsung dengan intensitas tinggi. Stuttgart bahkan sempat memberikan ancaman pertama melalui sundulan Denis Undav. Namun, penampilan sigap kiper Bayern, Jonas Urbig, berhasil menggagalkan peluang tersebut. Refleks gemilang Urbig kembali diuji saat ia sukses menepis sepakan jarak dekat Chris Fuhrich yang berpotensi membawa Stuttgart unggul lebih dulu.
Meski mendapat tekanan di awal, Bayern perlahan namun pasti berhasil mengambil alih kendali permainan. Dominasi penguasaan bola dan serangan yang dibangun dari berbagai lini mulai menghadirkan ancaman bagi pertahanan Stuttgart. Meskipun beberapa peluang emas berhasil diciptakan oleh lini serang Bayern, penyelesaian akhir yang belum optimal membuat skor imbang 0-0 bertahan hingga babak pertama usai.
Kebuntuan akhirnya terpecah di awal babak kedua, tepatnya pada menit ke-55. Harry Kane membuka keunggulan untuk Bayern melalui sundulan terarah yang tak mampu diantisipasi oleh lini pertahanan Stuttgart. Gol perdana Kane ini mengubah kedudukan menjadi 1-0 dan membangkitkan kepercayaan diri para pemain Bayern.
Gol tersebut semakin memacu agresivitas Bayern dalam menekan pertahanan lawan. Harry Kane kembali menjadi pembeda pada menit ke-80. Berawal dari umpan matang yang dilepaskan oleh Luis Diaz, striker berusia 32 tahun itu menunjukkan kelasnya dengan berhasil mengecoh penjaganya sebelum melepaskan tendangan keras ke pojok kanan bawah gawang Stuttgart. Gol kedua Kane ini menggandakan keunggulan Bayern menjadi 2-0.
Di bawah tekanan yang semakin kuat, Stuttgart harus menelan pil pahit di masa injury time. Kesalahan fatal dilakukan oleh Angelo Stiller yang kedapatan melakukan handball di dalam kotak terlarang. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih, memberikan hadiah penalti bagi Bayern. Harry Kane, yang maju sebagai eksekutor, menjalankan tugasnya dengan sempurna pada menit ke-92. Tembakan kerasnya berhasil merobek jala gawang Stuttgart, menggenapi hattricknya dan memastikan kemenangan telak 3-0 untuk Bayern.
Hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Bayern Muenchen pun berhak mengangkat trofi Piala Jerman 2025/2026, menandai musim domestik yang luar biasa bagi klub asal Bavaria ini.
Performa gemilang Harry Kane di final Piala Jerman ini semakin menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik di dunia. Sejak didatangkan ke Allianz Arena, Kane telah menjadi mesin gol andalan bagi Bayern, memberikan kontribusi signifikan dalam setiap pertandingan. Hattrick di final piala domestik merupakan bukti nyata ketajamannya dan perannya yang krusial dalam membawa tim meraih gelar.
Kemenangan di DFB-Pokal ini sekaligus melengkapi dominasi Bayern di kompetisi domestik Jerman untuk musim 2025/2026. Setelah berhasil mengunci gelar Bundesliga beberapa waktu lalu, trofi Piala Jerman ini menjadi penutup musim yang manis bagi skuad asuhan Thomas Tuchel. Keberhasilan ini tentu akan menjadi modal penting bagi Bayern untuk menghadapi tantangan di musim-musim mendatang, baik di kancah domestik maupun Eropa.
Bagi VfB Stuttgart, kekalahan di final ini tentu menjadi pukulan telak setelah menampilkan perjuangan gigih di sepanjang pertandingan. Meski demikian, pencapaian mereka hingga mencapai partai puncak Piala Jerman musim ini patut diapresiasi, menunjukkan perkembangan positif tim di bawah arahan pelatih mereka. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi Stuttgart untuk kembali bangkit dan bersaing di level tertinggi.
Kemenangan ini juga menyoroti kekuatan kolektif Bayern Muenchen. Meskipun Harry Kane menjadi bintang dengan tiga golnya, kontribusi para pemain lain, mulai dari lini pertahanan yang digalang oleh kiper Jonas Urbig hingga lini tengah yang dinamis, menjadi kunci keberhasilan tim. Luis Diaz, yang memberikan assist untuk gol kedua Kane, juga menunjukkan peran pentingnya dalam membangun serangan.
Dengan dua gelar domestik yang berhasil diraih, Bayern Muenchen menegaskan kembali statusnya sebagai kekuatan dominan di sepak bola Jerman. Performa apik di akhir musim ini menjadi sinyal positif bagi para penggemar mereka, yang tentunya berharap tim kesayangan mereka dapat terus mempertahankan performa impresif ini di musim-musim berikutnya, terutama dalam persaingan di Liga Champions Eropa.











