Keputusan manajemen Persija Jakarta menaikkan harga tiket pertandingan uji coba melawan Brisbane Roar di Jakarta International Stadium (JIS) memicu gelombang protes dari suporter setia, The Jakmania. Kenaikan harga yang dianggap signifikan ini bahkan berujung pada ancaman boikot oleh sebagian besar elemen The Jakmania.
Pertandingan uji coba yang dijadwalkan pada 21 Mei 2024 tersebut rencananya akan menjadi ajang pemanasan penting bagi tim Macan Kemayoran menjelang kompetisi mendatang. Namun, antusiasme yang seharusnya membuncah kini tereduksi oleh isu harga tiket yang dinilai memberatkan suporter.
Menurut informasi yang beredar, harga tiket termurah untuk kategori ekonomi dibanderol mulai dari Rp150.000. Angka ini jauh berbeda dibandingkan dengan tiket pertandingan uji coba sebelumnya, yang mana suporter bisa mendapatkan tiket dengan harga yang lebih terjangkau. Kenaikan drastis ini menimbulkan pertanyaan di kalangan The Jakmania mengenai kewajaran penetapan harga tersebut.
Menanggapi situasi ini, beberapa perwakilan The Jakmania menyatakan sikap keberatan mereka. Salah satu pentolan suporter, Hanif, mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial. “Kalau memang tiketnya segitu, jujur aja ya, dari teman-teman The Jakmania banyak yang nggak sanggup. Ini uji coba, bukan final liga Champions,” ujar Hanif dalam sebuah unggahan yang kemudian viral.
Pernyataan Hanif ini merefleksikan suara mayoritas The Jakmania yang merasa bahwa penetapan harga tiket uji coba tersebut tidak sebanding dengan kualitas pertandingan yang ditawarkan. Mereka berargumen bahwa pertandingan uji coba seharusnya menjadi ajang untuk merangkul dan mendekatkan diri dengan suporter, bukan justru membebani finansial mereka.
Akibat dari ketidakpuasan ini, muncul seruan untuk melakukan boikot terhadap pertandingan tersebut. Sejumlah akun media sosial The Jakmania ramai menyerukan agar para anggota tidak membeli tiket uji coba Persija vs Brisbane Roar sebagai bentuk protes. “Sudah dipastikan, kita boikot saja,” tulis salah satu akun The Jakmania.
Boikot ini bukan tanpa alasan. The Jakmania berharap dengan aksi ini, manajemen Persija Jakarta dapat meninjau kembali kebijakan penetapan harga tiket. Mereka ingin ada solusi yang lebih baik, di mana harga tiket tetap terjangkau bagi seluruh lapisan suporter, sehingga antusiasme untuk mendukung Persija tetap terjaga tanpa terhalang oleh faktor ekonomi.
