Tuesday, 21 July 2026
BREAKING
BERITA

Harga Telur Ayam Ras Turun di Mayoritas Wilayah Indonesia, Namun Papua Menjadi Pengecualian dengan Kenaikan Signifikan

Oleh Emanuel July 20, 2026 16 hours lalu 0 komentar

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya tren penurunan harga telur ayam ras di sebagian besar wilayah Indonesia pada bulan Juli 2026. Penurunan ini terjadi di 72,50% dari total wilayah yang dipantau.

Namun, gambaran umum penurunan harga ini tidak berlaku merata di seluruh nusantara. Beberapa daerah dilaporkan masih mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, salah satunya adalah Provinsi Papua. Di provinsi ini, harga telur ayam ras bahkan dilaporkan melonjak hingga 110% dibandingkan dengan harga rata-rata nasional.

Data BPS menunjukkan bahwa pada Juli 2026, harga telur ayam ras di Papua mencapai Rp47.500 per kilogram. Angka ini jauh melampaui harga rata-rata nasional yang berada di kisaran Rp22.600 per kilogram. Kenaikan harga yang drastis ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai kondisi peternak ayam ras di wilayah tersebut.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan mayoritas wilayah lain di Indonesia yang justru merasakan penurunan harga. Misalnya, di Kota Palembang, Sumatera Selatan, harga telur ayam ras pada Juli 2026 tercatat turun sebesar 13,04% menjadi Rp25.500 per kilogram. Di Kota Ambon, Maluku, penurunan harga juga terjadi sebesar 11,11% menjadi Rp28.000 per kilogram.

Lebih lanjut, di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, harga telur ayam ras turun 9,09% menjadi Rp25.000 per kilogram. Sementara itu, di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, harga tercatat turun 7,69% menjadi Rp24.000 per kilogram. Penurunan harga juga terlihat di Kota Jayapura, Papua, sebesar 4,08% menjadi Rp23.500 per kilogram.

Situasi yang berbeda terjadi di beberapa kota lain. Di Kota Sorong, Papua Barat Daya, harga telur ayam ras terpantau naik 10,75% menjadi Rp30.000 per kilogram. Di Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, harga juga mengalami kenaikan sebesar 6,25% menjadi Rp25.500 per kilogram.

Data ini mengindikasikan adanya disparitas harga yang cukup lebar antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil, serta mungkin dipengaruhi oleh faktor logistik, ketersediaan pasokan, dan biaya produksi yang berbeda di setiap daerah. Kondisi peternak di Papua yang menghadapi lonjakan harga jual telur perlu menjadi perhatian khusus pemerintah untuk menstabilkan harga dan memastikan keberlanjutan usaha mereka.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait