Wednesday, 26 August 2026
BREAKING
BERITA

Harga Batu Bara Anjlok Pasca Demonstrasi Anti-Trump, Rentetan Kenaikan Terhenti

Oleh Emanuel August 26, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Harga komoditas batu bara mengalami koreksi tajam pada penutupan perdagangan Senin (11/11/2019), menghentikan laju kenaikan yang telah berlangsung selama enam hari berturut-turut. Penurunan ini terjadi menyusul gelombang demonstrasi yang dipicu oleh kebijakan terkait energi Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang dinilai merugikan industri energi terbarukan.

Sebelumnya, harga batu bara sempat melonjak signifikan, mencatatkan rekor tertinggi dalam beberapa waktu terakhir. Namun, sentimen negatif yang muncul akibat protes warga dan aktivis lingkungan di sejumlah kota besar di Amerika Serikat memicu kekhawatiran investor terhadap prospek industri batu bara di masa depan. Aksi demonstrasi ini menyoroti dampak negatif pembakaran batu bara terhadap lingkungan dan perubahan iklim, serta mendesak pemerintah untuk lebih memprioritaskan sumber energi bersih.

Salah satu poin penting yang disuarakan para demonstran adalah desakan agar pemerintah AS menghentikan subsidi dan dukungan terhadap industri batu bara, serta meningkatkan investasi pada energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin. Mereka juga menuntut adanya regulasi yang lebih ketat terkait emisi karbon dari pembangkit listrik tenaga batu bara.

Seorang juru bicara dari kelompok lingkungan yang menggelar aksi di Washington D.C., Sarah Jenkins, menyatakan, “Kami tidak bisa lagi menutup mata terhadap kerusakan yang ditimbulkan oleh batu bara. Sudah saatnya pemerintah beralih ke energi yang lebih bersih dan berkelanjutan untuk masa depan anak cucu kita.” Pernyataannya ini mencerminkan kekhawatiran yang meluas di kalangan masyarakat sipil.

Analis pasar energi, Dr. Michael Lee, mengemukakan bahwa sentimen negatif dari demonstrasi tersebut berdampak langsung pada persepsi pasar terhadap komoditas batu bara. “Investor cenderung bereaksi negatif terhadap isu-isu lingkungan yang kuat seperti ini, terutama ketika melibatkan kebijakan pemerintah yang dianggap kontroversial,” ujar Dr. Lee. Ia menambahkan bahwa penurunan harga ini bisa menjadi indikasi awal dari pergeseran preferensi pasar yang lebih mengarah pada energi hijau.

Sebagai gambaran, pada penutupan perdagangan Senin, harga batu bara acuan untuk pengiriman Desember di pasar ICE Futures Europe tercatat turun sebesar 2,5%, mencapai level 64,50 dolar AS per ton. Penurunan ini merupakan koreksi dari lonjakan harga sebelumnya yang sempat menyentuh rekor baru pada pekan lalu. Pergerakan harga batu bara ke depan akan terus dipantau, terutama terkait respons pemerintah AS terhadap tuntutan para demonstran dan dampaknya terhadap kebijakan energi nasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp