Thursday, 30 July 2026
BREAKING
BERITA

Hanya Tiga Merek Beras Fortifikasi Penuhi Standar, Mentan Soroti Kualitas Produk

Oleh Emanuel July 30, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan bahwa dari total 15 merek beras fortifikasi yang beredar di pasaran, hanya tiga di antaranya yang dinilai telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Temuan ini menjadi sorotan utama dalam upaya pemerintah memastikan ketersediaan pangan yang bergizi dan aman bagi masyarakat. Beras fortifikasi sendiri merupakan beras yang diperkaya dengan zat gizi tambahan, seperti zat besi, asam folat, dan vitamin lainnya, untuk mengatasi masalah kekurangan gizi.

Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan pada kesempatan terpisah, Mentan Syahrul Yasin Limpo menekankan pentingnya kepatuhan produsen terhadap standar kualitas. “Ini adalah masalah serius. Kita punya 15 merek beras fortifikasi, tapi baru tiga yang lolos uji dan memenuhi standar. Ini menunjukkan masih ada pekerjaan rumah yang besar bagi kita semua,” ujar Syahrul.

Ia menjelaskan bahwa pengawasan terhadap kualitas produk pangan, termasuk beras fortifikasi, merupakan prioritas Kementerian Pertanian. Hal ini demi melindungi kesehatan masyarakat dan memastikan program fortifikasi berjalan efektif. “Kita tidak bisa main-main dengan kesehatan masyarakat. Standar harus ditegakkan. Kita akan terus melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap produsen agar mereka bisa meningkatkan kualitas produknya,” tegas Syahrul.

Lebih lanjut, Syahrul Yasin Limpo mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih produk beras fortifikasi. Ia menyarankan agar masyarakat memperhatikan label kemasan dan memastikan produk yang dibeli telah mendapatkan sertifikasi yang relevan. “Masyarakat punya hak untuk mendapatkan produk yang berkualitas. Pilihlah beras fortifikasi yang jelas tertera informasi mengenai kandungannya dan terjamin mutunya,” pesannya.

Kementerian Pertanian, melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi beras fortifikasi. Salah satu langkah yang diambil adalah melalui program bantuan teknis dan fasilitasi bagi para petani serta pelaku usaha agar dapat memproduksi beras fortifikasi yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional.

Data yang dihimpun menunjukkan bahwa program fortifikasi beras telah diluncurkan sejak tahun 2014 sebagai salah satu strategi untuk menurunkan prevalensi anemia gizi besi dan defisiensi mikronutrien lainnya di Indonesia. Namun, efektivitas program ini sangat bergantung pada ketersediaan beras fortifikasi yang berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat luas.

Dengan adanya temuan ini, diharapkan para produsen beras fortifikasi yang belum memenuhi standar dapat segera melakukan perbaikan. Kementerian Pertanian berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan ketat dan memberikan dukungan yang diperlukan agar seluruh merek beras fortifikasi yang beredar benar-benar memberikan manfaat optimal bagi kesehatan masyarakat Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp