Haji Bolot Dirawat Intensif di RS Fatmawati, Kondisi Berangsur Membaik Usai Serangan Jantung

Wibowo

Komedian legendaris Haji Bolot, yang memiliki nama asli Muhammad Sulaeman, kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Pelawak senior berusia 84 tahun ini terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami serangan jantung yang diawali dengan keluhan sesak di dada. Setelah hampir tiga pekan mendapatkan penanganan medis di ruang Intensive Care Unit (ICU) dan Cardiac Care Unit (CCU), kondisinya dilaporkan berangsur membaik dan telah dipindahkan ke ruang rawat inap.

Menurut penuturan asisten sekaligus manajer Haji Bolot, Wahyu Ramadhan, kronologi awal kejadian bermula ketika sang komedian mulai merasakan ketidaknyamanan di bagian dada. "Keluhannya, aduh sesak di dada. Ngajak ke rumah sakit, minta di-rontgen," ujar Wahyu menceritakan permintaan Haji Bolot saat itu. Pihak keluarga awalnya membawa Haji Bolot ke sebuah rumah sakit di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, yang dinilai lebih dekat dengan kediaman mereka, dengan harapan mendapatkan penanganan segera.

Meskipun kondisi fisiknya terlihat melemah, Haji Bolot sempat menunjukkan keengganan untuk menggunakan alat bantu. Ia merasa masih memiliki kekuatan untuk bergerak sendiri. "Ah ngapain, orang gua masih bisa jalan," ungkap Wahyu menirukan ucapan Haji Bolot kala itu, menunjukkan semangat sang pelawak meski sedang tidak dalam kondisi prima.

Namun, setelah pemeriksaan awal oleh tim medis di Bintaro, situasi kesehatan Haji Bolot ternyata sudah dalam kategori yang cukup serius. Dokter yang memeriksa menyatakan bahwa keadaannya sudah kritis, meskipun sang komedian sendiri tidak merasakannya secara mendalam. Keputusan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh pun segera diambil guna mengidentifikasi akar permasalahan kesehatannya.

"Pas diperiksa dokter ya… udah apa, keadaannya udah sebenarnya udah gawat, cuman nggak dirasa," jelas Wahyu mengenai temuan awal tim medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan, terdeteksi adanya gangguan serius pada organ jantungnya. Rekomendasi pun diberikan agar Haji Bolot segera dirujuk ke Rumah Sakit Fatmawati yang memiliki kelengkapan alat medis lebih memadai untuk penanganan kondisi jantung.

"Wah, ini nggak bisa kalau cuman rontgen, harus diperiksa semua," kata Wahyu, menggarisbawahi urgensi pemeriksaan yang lebih mendalam. Melalui pemeriksaan rekam medis yang komprehensif, gangguan klinis pada jantung Haji Bolot terkonfirmasi. Hal inilah yang mendasari tim dokter untuk memberikan perawatan intensif dalam jangka waktu yang cukup lama. "Ya itulah, ketahuan di rekam jantung," pungkas Wahyu.

Kabar mengenai kondisi kesehatan Haji Bolot ini memang cukup mengejutkan publik, mengingat sosoknya yang masih kerap tampil menghibur. Serangan jantung merupakan kondisi medis darurat yang terjadi ketika aliran darah ke otot jantung tersumbat, biasanya oleh gumpalan darah. Gejala umum serangan jantung meliputi nyeri dada yang terasa seperti tertekan, diremas, atau penuh, yang dapat menjalar ke lengan, leher, rahang, punggung, atau perut. Sesak napas, keringat dingin, mual, muntah, dan pusing juga bisa menyertai. Faktor risiko serangan jantung meliputi usia, riwayat keluarga, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, merokok, dan gaya hidup kurang aktif.

Perkembangan terbaru pasca-pemindahan dari ruang perawatan intensif diungkapkan oleh Wahyu Ramadhan pada Kamis, 18 Juli 2026. Ia menyatakan bahwa kondisi kesehatan sang pelawak terus menunjukkan perbaikan. Kendati demikian, interaksi komunikasi dengan pasien masih dibatasi sesuai dengan instruksi tim dokter. "Masih dirawat mas tapi alhamdulilah udah pindah ke ruang rawat inap," ujar Wahyu.

Pembatasan kunjungan dan komunikasi ini dilakukan demi memastikan Haji Bolot dapat beristirahat secara optimal. Fokus utama manajemen saat ini adalah mengembalikan kebugaran fisik Haji Bolot agar kembali pulih sepenuhnya. "Tinggal tunggu pemulihan aja sih," ucap Wahyu. Meski komunikasi masih terbatas, Haji Bolot dilaporkan sudah mampu memberikan respons yang baik terhadap orang-orang di sekitarnya, sebuah pertanda positif dalam proses pemulihannya. "Sedikit-sedikit Alhamdulillah udah berkomunikasi," tambahnya.

Tim dokter yang menangani memberikan instruksi penting untuk menjaga ketenangan pasien selama masa pemulihan pasca-serangan jantung. Hal ini krusial untuk menjaga stabilitas kondisi fisiknya dan mencegah penurunan kondisi lebih lanjut. "Tapi emang anjuran dokter jangan banyak komunikasi agar mempercepat pemulihan," tutur Wahyu.

Kabar sakitnya Haji Bolot tidak hanya mengundang perhatian publik, tetapi juga simpati dari rekan sesama seniman. Salah satunya adalah sahabat karibnya, Malih Tong Tong. Malih memberikan dukungan moral dan doa tulus agar rekan duet panggungnya tersebut segera pulih dan dapat kembali berkarya di industri hiburan tanah air. "Ya mudah-mudahan cepat sehat. Cepat pulang dah. Biar kerja sama lagi," ungkap Malih dengan nada penuh harap.

Malih memilih untuk tidak merinci detail medis sahabatnya kepada publik, namun ia menekankan eratnya ikatan persahabatan yang telah terjalin sejak usia muda. "Persahabatan dari muda sampai sekarang," ujar Malih, menggarisbawahi kedalaman hubungan mereka yang telah teruji oleh waktu. Dukungan dari rekan sejawat seperti Malih tentu menjadi suntikan semangat tersendiri bagi Haji Bolot dalam menghadapi masa pemulihannya.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All