Pelatih tim nasional sepak bola wanita Wales, Rhian Wilkinson, menekankan perlunya keberanian dan mentalitas tanpa rasa takut bagi timnya saat menghadapi babak play-off kualifikasi Piala Dunia Wanita 2027. Wilkinson ingin melihat anak asuhnya tampil maksimal dan percaya diri, terutama jika mereka harus berhadapan dengan tim kuat seperti Norwegia dalam perebutan tiket ke Brasil.
Wales dijadwalkan akan memulai perjuangan mereka di babak play-off dengan menghadapi Albania dalam dua leg. Jika berhasil melewati hadangan tim tamu tersebut, Wales selanjutnya akan menantang pemenang antara Romania atau Norwegia. Laga pertama babak play-off ini dijadwalkan pada 9 Oktober, diikuti leg kedua pada 13 Oktober. Wilkinson menegaskan bahwa timnya harus menunjukkan peningkatan performa, terutama dalam laga tandang.
Dalam kampanye kualifikasi yang telah dilalui, Wales menunjukkan performa dominan di kandang. Mereka berhasil membantai Montenegro 6-1, mengalahkan Albania 4-0, dan menaklukkan Republik Ceko 3-1. Namun, Wilkinson mengakui bahwa penampilan tandang timnya masih perlu banyak perbaikan. Tercatat, Wales hanya mampu meraih hasil imbang melawan Republik Ceko di laga tandang, menang tipis 1-0 atas Albania, dan harus puas dengan hasil imbang 1-1 melawan Montenegro.
"Kami cukup frustrasi ketika bermain tandang melawan Albania pada bulan April lalu," ujar Wilkinson. "Namun, ini adalah kesempatan yang bagus untuk meningkatkan performa kami melawan lawan yang menantang. Albania bermain sangat baik di leg kedua, jadi mereka akan menjadi lawan yang tangguh. Ini akan menjadi pertarungan taktis yang menarik antara kedua tim."
Wilkinson menambahkan bahwa ketidakstabilan performa tandang sudah menjadi catatan penting dari kampanye kualifikasi mereka. Ia melihat ada pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengoptimalkan penampilan di laga tandang. "Ini tentang bagaimana kami menunjukkan versi terbaik dari diri kami di setiap pertandingan," tegasnya.
Potensi pertemuan dengan Norwegia menjadi sorotan utama. Saat ini, Norwegia menempati peringkat 14 dunia, sebuah tantangan besar bagi Wales yang belum pernah mengalahkan tim peringkat 20 besar dalam laga kompetitif. Namun, Wilkinson melihat ini sebagai kesempatan emas untuk mengukur kemampuan timnya.
"Jika kami ingin menjadi tim yang mampu menembus turnamen besar, kami harus bisa tampil percaya diri melawan tim-tim yang memiliki peringkat lebih tinggi dari kami dan yakin bahwa kami akan memberikan penampilan yang kuat," jelas Wilkinson. "Norwegia akan menjadi tantangan yang luar biasa, tetapi juga tantangan yang indah."
Pelatih yang sebelumnya pernah menukangi timnas Kanada ini ingin timnya meninggalkan rasa takut dan merangkul mentalitas juara. "Kami tidak boleh takut untuk tidak menunjukkan yang terbaik dan memberikan segalanya. Saya ingin kami mengambil sikap yang lebih berani, dan saya berharap para pemain akan mengikuti jejak saya," katanya.
Wilkinson juga mengambil pelajaran berharga dari partisipasi Wales di Euro 2025. Kala itu, Wales kesulitan memberikan dampak berarti saat berhadapan dengan tim-tim kuat dunia seperti Belanda, Prancis, dan Inggris. Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi mendalam bagi dirinya, staf pelatih, dan para pemain.
"Saya pikir kami semua belajar banyak melalui Euro – saya, staf saya, para pemain," ungkapnya. "Apakah saya berharap saya melatih secara berbeda? Tentu saja, ada beberapa bagian. Saya yakin mereka (para pemain) melihat kembali dan berpikir ‘bagaimana jika, bagaimana jika kita bisa…’. Namun, Anda tidak akan tahu sampai Anda pernah mengikuti ajang besar, bagaimana rasanya, bagaimana tekanannya, bagaimana stresnya."
Meskipun pengalaman Euro 2025 terasa berat, Wilkinson melihat ada kepercayaan diri yang tumbuh dari partisipasi tersebut. Ia juga menyoroti performa Wales di Nations League A, di mana mereka berhasil menahan imbang Swedia dua kali dan menjaga skor tetap kompetitif melawan beberapa negara top lainnya.
"Ada kepercayaan diri yang datang dari pernah mengalaminya. Saya juga melihat kampanye Nations League A terakhir kami – dua kali imbang melawan Swedia, tetapi juga menjaga skor tetap sangat kompetitif melawan beberapa negara papan atas," tambahnya.
Kepastian lawan Wales di babak play-off ronde kedua akan ditentukan setelah pertandingan antara Romania dan Norwegia. Menariknya, timnas Norwegia saat ini dilatih oleh Gemma Grainger, mantan pelatih timnas Wales. Jika Wales berhasil melaju ke ronde kedua, mereka akan memainkan leg pertama di kandang pada 1 Desember, sebelum bertandang pada 5 Desember.
Target untuk lolos ke Piala Dunia Wanita 2027 semakin nyata bagi Wales. Namun, Wilkinson sadar bahwa jalan menuju Brasil akan dipenuhi dengan tantangan berat. Kesiapan mental, strategi yang matang, dan peningkatan performa, terutama di laga tandang, akan menjadi kunci keberhasilan Wales dalam mewujudkan mimpi mereka. Wilkinson dan timnya bertekad untuk tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga memberikan perlawanan sengit dan menunjukkan kualitas terbaik mereka di setiap pertandingan play-off yang akan datang.











