Pemerintah Provinsi Guangdong, Tiongkok, menyatakan ketertarikannya untuk menjajaki potensi pasar motor listrik di Indonesia. Potensi ini sangat besar mengingat jumlah pengguna sepeda motor di Indonesia mencapai sekitar 140 juta unit.
Upaya penjajakan ini diwujudkan melalui pertemuan antara delegasi Pemerintah Provinsi Guangdong dengan perwakilan dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Pertemuan tersebut membahas berbagai aspek terkait elektrifikasi kendaraan roda dua, termasuk peluang investasi dan pengembangan infrastruktur pendukung.
Dalam pertemuan yang berlangsung pada hari Selasa, 23 Mei 2023, Delegasi Guangdong yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Guangdong, Zhang Xin, menyampaikan optimismenya terhadap prospek motor listrik di Tanah Air. “Kami melihat Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar untuk kendaraan listrik, terutama sepeda motor,” ujar Zhang Xin. Ia menambahkan bahwa Guangdong siap untuk berbagi pengalaman dan teknologi dalam pengembangan industri motor listrik.
Sebagai salah satu provinsi industri terkemuka di Tiongkok, Guangdong memiliki pengalaman panjang dalam memproduksi kendaraan listrik, termasuk sepeda motor. Mereka berambisi untuk menjajaki kemungkinan investasi langsung di Indonesia, baik untuk produksi maupun pengembangan ekosistem pendukungnya. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik guna mengurangi emisi karbon dan ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Selain potensi pasar, diskusi juga menyentuh pentingnya pembangunan infrastruktur stasiun pengisian daya (charging station). Ketersediaan infrastruktur yang memadai menjadi salah satu kunci utama keberhasilan adopsi kendaraan listrik secara massal. Guangdong menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dalam membangun jaringan stasiun pengisian daya di berbagai wilayah strategis di Indonesia.
Pemerintah Indonesia menyambut baik tawaran kerja sama ini. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier, menekankan bahwa Indonesia sangat terbuka terhadap investasi yang dapat meningkatkan kapasitas industri dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja. “Kami menyambut baik ketertarikan Guangdong untuk berinvestasi di sektor kendaraan listrik. Ini adalah peluang emas untuk transfer teknologi dan pengembangan industri otomotif nasional,” kata Taufiek Bawazier.
Lebih lanjut, Taufiek Bawazier menjelaskan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat transisi Indonesia menuju elektrifikasi transportasi. Dengan dukungan dari provinsi industri seperti Guangdong, diharapkan Indonesia dapat segera mewujudkan targetnya dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih melalui penggunaan motor listrik.
