Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Laiskodat, mengambil langkah tegas terkait penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Kebijakan baru ini melarang kendaraan yang menunggak pembayaran pajak untuk membeli BBM bersubsidi.
Langkah ini diambil demi mewujudkan prinsip keadilan di masyarakat. Gubernur Laiskodat ingin memastikan bahwa subsidi yang diberikan oleh negara benar-benar sampai kepada pihak yang berhak menerimanya.
Penyaluran BBM bersubsidi yang selama ini dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran menjadi perhatian utama. Banyak pihak yang sebenarnya mampu secara ekonomi masih menikmati fasilitas ini.
“Kita ingin subsidi ini betul-betul tepat sasaran. Jangan sampai yang punya mobil mewah, punya kendaraan yang bagus, tapi dia beli BBM subsidi,” ujar Gubernur Laiskodat dalam sebuah kesempatan.
Melalui kebijakan ini, pemerintah daerah berharap dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk tertib membayar pajak kendaraan bermotor. Pajak yang dibayarkan tersebut, pada akhirnya, juga berkontribusi pada pembangunan daerah.
Kendaraan yang tercatat menunggak pajak akan teridentifikasi melalui sistem data yang dimiliki oleh instansi terkait. Data ini akan menjadi dasar penolakan pembelian BBM bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Gubernur Laiskodat menegaskan bahwa tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk menata kembali alokasi anggaran negara. Dengan demikian, dana subsidi dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk masyarakat yang membutuhkan.
Pihak SPBU di seluruh wilayah NTT akan diminta untuk berkoordinasi dan menjalankan instruksi ini. Sosialisasi lebih lanjut mengenai teknis pelaksanaan kebijakan ini juga akan dilakukan.
Harapannya, kebijakan ini tidak hanya sekadar aturan pelarangan, tetapi juga dapat menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya kewajiban membayar pajak dan hak mendapatkan subsidi yang adil.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat untuk terus memperbaiki sistem subsidi energi agar lebih efisien dan berkeadilan. Governor Laiskodat optimis kebijakan ini akan berdampak positif bagi masyarakat NTT.











