Tuesday, 21 July 2026
BREAKING
BERITA

Fenomena Gen Z Pilih KUA untuk Pernikahan: Efisiensi Biaya dan Kesederhanaan Jadi Kunci

Oleh Emanuel July 21, 2026 8 hours lalu 0 komentar

Pernikahan yang dulunya identik dengan kemegahan dan biaya fantastis, kini mulai bergeser di kalangan generasi muda. Fenomena Gen Z memilih melangsungkan pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) semakin marak terjadi. Pilihan ini bukanlah bentuk ketidakmampuan atau kepelitan, melainkan refleksi dari prioritas dan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh generasi ini.

Kesadaran akan pentingnya efisiensi biaya menjadi salah satu faktor utama. Di tengah tantangan ekonomi dan ketidakpastian masa depan, Gen Z cenderung lebih rasional dalam mengalokasikan anggaran. Biaya pernikahan di KUA yang jauh lebih terjangkau dibandingkan dengan resepsi mewah memungkinkan mereka untuk menghemat dana yang dapat dialokasikan untuk kebutuhan lain, seperti membangun rumah tangga, memulai usaha, atau bahkan untuk investasi masa depan.

Selain efisiensi biaya, kesederhanaan juga menjadi daya tarik tersendiri. Gen Z, yang tumbuh di era digital dan terpapar berbagai tren, banyak yang mendambakan momen sakral pernikahan yang murni dan bermakna. Mereka melihat pernikahan sebagai awal dari babak baru kehidupan bersama pasangan, bukan sekadar ajang pamer atau seremonial yang membebani. Pernikahan di KUA menawarkan suasana yang lebih intim dan fokus pada esensi ijab kabul.

Psikolog anak dan keluarga, Seto Mulyadi, atau yang akrab disapa Kak Seto, pernah menyoroti fenomena ini. Menurutnya, pilihan Gen Z untuk menikah di KUA menunjukkan kedewasaan dalam memandang pernikahan. “Mereka sudah paham bahwa pernikahan itu bukan soal pesta pora, tapi soal bagaimana membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah,” ujar Kak Seto dalam sebuah kesempatan. Ia menambahkan bahwa kesederhanaan ini justru bisa menjadi fondasi yang kuat untuk membangun keluarga.

Dukungan terhadap pilihan ini juga datang dari berbagai pihak. Kepala Kantor Kemenag Kota Surabaya, H. Abdul Wahid, pernah menyatakan dukungannya terhadap tren pernikahan di KUA. “Kami justru senang jika banyak anak muda yang memilih KUA. Ini menunjukkan kesadaran mereka akan pentingnya pencatatan nikah secara resmi dan sah di mata hukum negara dan agama,” ungkapnya. Ia juga menekankan bahwa KUA selalu siap melayani dan memfasilitasi setiap pasangan yang ingin melangsungkan pernikahan.

Tren ini menunjukkan pergeseran paradigma generasi muda dalam memandang pernikahan. Fokus bergeser dari kemewahan seremonial menuju esensi dan keberlanjutan rumah tangga. Pilihan menikah di KUA oleh Gen Z membuktikan bahwa kesederhanaan dan efisiensi biaya tidak mengurangi kesakralan dan makna sebuah pernikahan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait